Berbagai persiapan teknis hingga koordinasi lintas instansi telah dilakukan guna memastikan proses keberangkatan berjalan lancar dan aman, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau, Patah Atabri mengatakan, pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mematangkan seluruh kebutuhan keberangkatan jemaah.
“Kami sudah rapat bersama Kabag Kesra, Kemenag dan Kemenhaj,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebanyak 211 jemaah haji asal Berau akan diberangkatkan melalui Bandara Kalimarau menggunakan dua maskapai penerbangan, yakni Sriwijaya Air dan SAJ. “Keberangkatan dijadwalkan 14 Mei,” katanya.
Dari total jemaah tersebut, sebanyak 129 orang akan diberangkatkan menggunakan Sriwijaya Air. Sementara sisanya, termasuk petugas haji, akan menggunakan maskapai SAJ pada penerbangan sore hari.
Menurut Patah, persiapan teknis sudah mulai dilakukan sejak H-1 keberangkatan. Salah satu yang menjadi perhatian ialah pengaturan bagasi jemaah agar proses di hari keberangkatan dapat berjalan lebih cepat dan tertib.
“Bagasi akan diantar sehari sebelumnya ke gudang kargo,” jelasnya.
Bagasi para jemaah nantinya akan dicatat, ditimbang dan diperiksa bersama pihak Kementerian Haji serta maskapai penerbangan sebelum diberangkatkan.
Sementara barang bawaan kecil atau hand carrier akan tetap dibawa langsung oleh jemaah saat keberangkatan.
Selain pengaturan bagasi, pihak bandara juga memberi perhatian khusus terhadap jadwal penerbangan agar tidak mengalami keterlambatan. Hal itu dilakukan mengingat terdapat sejumlah jemaah lanjut usia yang membutuhkan pelayanan lebih maksimal.
“Kami sudah informasikan ke maskapai agar tidak terjadi delay,” terangnya.
Ia menyebut, terdapat sekitar 17 jemaah lanjut usia dengan umur mencapai 80 tahun yang turut berangkat tahun ini.
Karena itu, koordinasi dengan maskapai dan seluruh stakeholder dilakukan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat menghambat proses keberangkatan.
Menurutnya, kesiapan pelayanan di bandara juga telah dimatangkan bersama berbagai pihak, mulai dari petugas keamanan, layanan kesehatan hingga petugas operasional penerbangan.
“Persiapan kami sudah matang bersama stakeholder lainnya,” pungkasnya.(sen/arp)
Editor : Nurismi