BERAU POST – Sebanyak enam pelajar terbaik asal Kabupaten Berau saat ini tengah mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Mereka merupakan peserta dengan nilai tertinggi dalam seleksi tingkat kabupaten yang digelar beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Badan Kesatuan Bangsa-bangsa dan Politik (Kesbangpol) Berau, Emy mengatakan, keenam peserta tersebut merupakan peringkat satu hingga tiga putra dan putri hasil seleksi di Kabupaten Berau.
Adapun enam pelajar yang mewakili Berau yakni Alif Aditya dari MAN Berau, Iqbal Panca Anugrah dari SMAN 1 Berau, Maulana Febrian dari SMAN 15 Berau, Beatrice Geraldine Limbong dari SMAN 2 Berau, Najwa Adinda Rizqiana dari SMAN 1 Berau, serta Novrin dari SMAN 3 Berau.
“Dari hasil seleksi yang dilaksanakan di Kabupaten Berau, ada 104 orang kita ranking. Yang ranking satu, dua, tiga putra-putri itulah yang mewakili ke provinsi untuk mengikuti seleksi,” katanya, Kamis (7/5).
Dijelaskan, seluruh peserta yang lolos ke tingkat provinsi kembali mengikuti tahapan seleksi yang sama seperti di tingkat kabupaten.
Mulai dari tes wawasan kebangsaan, tes intelijensi umum, pemeriksaan kesehatan, parade, tes fisik hingga tes kepribadian.
Seleksi di tingkat provinsi berlangsung cukup ketat. Sebab, seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur mengirimkan wakil terbaiknya untuk memperebutkan kuota terbatas.
“Kuota provinsi ada 40 saja, sedangkan yang dikirim dari kabupaten/kota itu sebanyak 60 orang. Berarti nanti ada 20 orang yang tidak lolos,” ujarnya.
Tak hanya memperebutkan kuota provinsi, peserta juga berpeluang melaju ke tingkat nasional. Namun persaingan di tahap tersebut jauh lebih ketat lagi.
Setiap provinsi mengirimkan tiga pasang peserta terbaik, tetapi hanya satu pasang putra-putri yang nantinya dipilih untuk menjadi anggota Paskibraka nasional.
“Kalau kuota nasional, masing-masing provinsi mengirim tiga pasang, tapi yang diambil hanya satu pasang putra-putri,” jelasnya.
Adapun mekanisme seleksi dilakukan secara bertahap. Peserta yang tidak lolos di tingkat nasional nantinya akan kembali ke tingkat provinsi untuk mengisi kuota Paskibraka provinsi.
Setelah itu, baru pemerintah kabupaten mengumumkan peserta yang lolos sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Berau.
Untuk tahun ini, kuota Paskibraka Kabupaten Berau direncanakan sebanyak 35 orang. Selain itu, ada tambahan empat peserta yang nantinya berasal dari tingkat provinsi sehingga total keseluruhan menjadi 39 orang. Namun, yang akan bertugas di Kabupaten Berau tetap hanya 35 orang.
“Nanti yang tidak terpakai di nasional akan kembali lagi ke provinsi. Setelah provinsi mengumumkan siapa yang diterima, baru kabupaten mengumumkan nama-nama hasil akhirnya,” katanya.
Pengumuman seleksi tingkat kabupaten diperkirakan dilakukan pada awal Juli mendatang. Setelah pengumuman keluar, peserta yang dinyatakan lolos akan menerima surat pemanggilan untuk mengikuti karantina dan pemusatan pendidikan serta pelatihan (Pusdiklat).
Dalam proses seleksi, terdapat perbedaan aturan antara tingkat kabupaten dan provinsi. Di tingkat provinsi, seluruh persyaratan yang ditetapkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) wajib dipenuhi tanpa pengecualian.
Sementara di tingkat kabupaten, pemerintah daerah masih dapat meminta diskresi terhadap beberapa syarat tertentu seperti tinggi badan maupun usia.
“Kalau yang dikirim ke provinsi harus benar-benar mengikuti peraturan yang ditetapkan,” ujarnya.
Sebelumnya, jumlah pendaftar seleksi Paskibraka Kabupaten Berau mencapai 227 orang. Namun setelah melalui tahapan seleksi di Stadion Mini Teluk Bayur, hanya 104 peserta yang dinyatakan lolos.
Dari jumlah tersebut, terdiri dari 48 peserta putra dan 56 peserta putri. Seluruh peserta kemudian diranking untuk menentukan siapa saja yang memenuhi kuota sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Berau maupun wakil ke tingkat provinsi.
Ia menambahkan, efisiensi anggaran tahun ini turut berdampak terhadap pelaksanaan kegiatan Paskibraka di Kabupaten Berau. Terlebih, program tersebut merupakan kegiatan nasional yang seharusnya tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Paskibraka ini kegiatan nasional, setidaknya menjadi prioritas dari segi anggaran juga. Tetapi tahun ini terjadi efisiensi besar-besaran dan itu terdampak sekali terhadap kegiatan Paskibraka di Kabupaten Berau,” tutupnya. (aja/hmd)
Editor : Nurismi