BERAU POST - Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau melakukan sinergitas lintas sektor (Linsek), dalam upaya mendorong peningkatan tata kelola layanan kesehatan di wilayah kerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) UPTD Puskesmas Kampung Bugis, Kamis (30/4) lalu.
Kegiatan itu mengusung tema “Sinergi Lintas Sektor dalam Upaya Mendorong Tatalaksana: Kelanjutan Inovasi KOBAGI dan Inovasi Digitalisasi Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Terintegrasi (SIMOTREN)” dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat kecamatan hingga kelurahan.
Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie menerangkan, pentingnya koordinasi yang berkelanjutan antara puskesmas, pihak kecamatan Tanjung Redeb, serta kelurahan setempat.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menyinkronkan berbagai program dan kegiatan yang berkaitan langsung dengan pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia menyampaikan, dukungan terhadap Puskesmas Kampung Bugis selama ini terus diperkuat, terutama dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
“Koordinasi ini penting agar kami bisa menyinkronkan kegiatan apa saja yang perlu dilakukan bersama, khususnya untuk mendukung penurunan stunting,” ujarnya.
Puskesmas Kampung Bugis diketahui membawahi tiga wilayah, yakni Kelurahan Gayam, Kelurahan Karang Ambun, dan Kampung Bugis.
Dengan cakupan wilayah tersebut, diperlukan pendekatan yang terintegrasi agar berbagai permasalahan kesehatan dapat ditangani secara optimal.
Selain isu stunting, tren penyakit yang banyak ditemukan di wilayah perkotaan, salah satunya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penyakit ini dinilai masih menjadi kasus yang dominan dan membutuhkan perhatian khusus.
Dijelaskannya, tingginya kasus ISPA dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi lingkungan seperti polusi udara.
Namun, diakui, ISPA merupakan penyakit umum yang tetap harus diintervensi melalui langkah-langkah preventif dan promotif.
“Faktornya memang banyak, salah satunya polusi. Tapi ISPA ini penyakit umum, bukan penyakit langka. Kalau ada penyakit yang langka, tentu pendekatannya akan berbeda dan membutuhkan penanganan khusus,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tengah masyarakat. Kesadaran individu dalam menjaga kesehatan dinilai menjadi langkah awal yang efektif untuk mencegah penyebaran penyakit.
“Kalau sedang sakit, gunakan masker, jaga kebersihan, dan terapkan pola hidup sehat. Ini hal sederhana tapi sangat berpengaruh,” pungkasnya.(aja/arp)
Editor : Nurismi