Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Akui Layanan Nakes Kurang Cakap, Dirut RSUD dr Abdul Rivai Minta Maaf kepada Warga Berau

Nurismi • Rabu, 29 April 2026 | 13:40 WIB
Dirut RSUD dr Abdul Rivai, dr. Jusram. (BERAU POST)
Dirut RSUD dr Abdul Rivai, dr. Jusram. (BERAU POST)

BERAU POST – Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, dr. Jusram mengakui adanya tenaga kesehatan (nakes) di RSUD yang kurang cakap dalam melayani pasien. 

Selama ini, Jusram menyadari banyak keluhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSUD dr Abdul Rivai. “Saya minta maaf,” ujarnya kepada awak media ini. 

Namun ua memastikan, manajemen RSUD Abdul Rivai tidak menutup diri terhadap kritik dari masyarakat. Sebaliknya, masukan tersebut dianggap penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan membangun kembali kepercayaan publik terhadap rumah sakit. 

Menurutnya, tenaga kesehatan di RSUD Abdul Rivai dinilai cukup profesional dalam menjalankan tugas medis. Namun, ia mengakui masih ada kekurangan dalam cara melayani pasien, terutama soal komunikasi dan keramahan.

“Mungkin kekurangan kami di situ, cara melayani pasien, cara berkomunikasi, cara menyambut pasien. Itu yang perlu diperbaiki,” katanya.

Ia bahkan ingin mencontoh pelayanan di dunia perhotelan, karena dinilai lebih baik dalam hal komunikasi dan penyambutan tamu. Hal tersebut, menurutnya, menjadi salah satu gambaran pelayanan yang ingin diterapkan di lingkungan rumah sakit.

Dirinya juga mengakui, terus mengingatkan seluruh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan dalam setiap briefing maupun rapat internal, agar mengedepankan pelayanan yang ramah kepada pasien.

“Setiap rapat saya selalu sampaikan ke semua manajemen kalau kekurangan kami ada di situ,” ucapnya.

Selain itu, pihak rumah sakit juga berupaya membangun karakter pelayanan bagi tenaga kesehatan melalui berbagai pembinaan dan pelatihan. Bagi Jusram, tidak semua tenaga kesehatan memiliki karakter yang cocok untuk berhadapan langsung dengan pasien.

“Kami harus memetakan mana nakes yang siap melayani orang, mana yang tidak siap melayani orang,” ungkapnya.

Untuk tenaga kesehatan yang dinilai kurang cocok menangani pelayanan langsung kepada pasien, ia menyebut ditempatkan di bagian lain yang tidak banyak berinteraksi dengan masyarakat.

“Yang jelas, kami sangat komitmen ingin selalu melakukan perbaikan terhadap kekurangan kami di rumah sakit,” pungkasnya.(hmd/arp) 

 

 

 

 

Editor : Nurismi
#keluhan pasien #RSUD dr Abdul Rivai #pelayanan kesehatan