Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tak Hanya Budidaya, Kampung Batu-Batu Bakal Disulap Jadi Destinasi Wisata Edukasi Ikan Nila di Berau

Nurismi • Selasa, 28 April 2026 | 09:25 WIB
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Majid. (IZZA/BP)
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Majid. (IZZA/BP)

BERAU POST - Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur diproyeksikan menjadi salah satu kawasan pengembangan budidaya ikan nila. Dengan konsep menggabungkan sektor perikanan dan pariwisata.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Berau, Abdul Majid mengatakan, pihaknya menyiapkan pengembangan budidaya ikan nila yang tak hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Tetapi, juga dikemas sebagai wisata edukasi untuk menarik minat pengunjung.

Adapun konsep pengembangan yang akan diterapkan mengarah pada integrasi antara budidaya perikanan dan wisata edukasi.

Dengan begitu, Kampung Batu-Batu diharapkan tidak hanya menjadi sentra produksi ikan nila, tetapi juga memiliki nilai tambah sebagai destinasi wisata berbasis edukasi.

“Jadi kami padukan supaya masyarakat punya penghasilan, sekaligus pariwisata kita juga meningkat kunjungannya,” ungkapnya, belum lama ini. 

Pengembangan budidaya ikan nila ini disebutnya memiliki potensi yang cukup besar jika dikelola secara terarah. Selain mampu meningkatkan hasil produksi perikanan masyarakat, program ini juga membuka peluang usaha baru yang dapat dikelola oleh warga sekitar.

Khususnya dalam mendukung konsep kampung wisata yang sedang dikembangkan pemerintah daerah.

Diterangkannya, pengunjung yang datang ke Kampung Batu-Batu nantinya tidak hanya akan menikmati suasana kampung dan hasil olahan perikanan, tetapi juga dapat melihat secara langsung proses budidaya ikan nila yang dilakukan oleh masyarakat setempat.

Aktivitas ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang tertarik pada wisata edukasi dan pengalaman berbasis alam.

“Potensinya cukup besar. Selain meningkatkan produksi, ini juga bisa membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, terutama dalam mendukung desa wisata,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan program tersebut. Karena itu, Diskan Berau akan terus mendorong pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola budidaya, sekaligus mengembangkan sektor wisata secara berkelanjutan.

Pengembangan Kampung Batu-Batu juga diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam meningkatkan kunjungan wisata ke daerah tersebut.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami menilai konsep yang memadukan sektor perikanan dan pariwisata merupakan gagasan yang baik untuk diterapkan.

Terutama di kawasan Batu-Batu yang dinilai memiliki potensi besar di kedua sektor tersebut.

Namun, rencana tersebut perlu dikaji dan direncanakan secara matang agar berdampak pada kesejahteraan masyarakat setempat. Setiap pembangunan harus tetap berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Ini harus dipikirkan secara matang. Kami dukung tapi tetap ada catatan bahwa harus direncanakan secara matang agar tidak mengabaikan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Konsep pembangunan yang mengintegrasikan berbagai sektor memang perlu dikembangkan, mengingat setiap kampung memiliki kekayaan sumber daya alam yang berpotensi untuk dioptimalkan.

Gagasan tersebut tidak cukup hanya sebatas konsep. Pengembangan infrastruktur pendukung juga harus menjadi perhatian utama agar tujuan pembangunan dapat tercapai secara optimal.

“Jadi, tak hanya ikan yang mau dikembangkan dan wisatanya yang mau ditonjolkan. Untuk sampai ke tujuan itu, infrastruktur pendukung seperti jalan juga harus berjalan beriringan,” pungkasnya.(aja/arp)  
 

Editor : Nurismi
#konsep wisata #budidaya ikan #Diskan Berau #Gunung Tabur