Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Siap Diterapkan! Bahasa Banua Segera Jadi Mata Pelajaran Wajib Muatan Lokal di Seluruh SMP se-Berau

Nurismi • Sabtu, 25 April 2026 | 18:20 WIB
Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah. (IZZA/BP)
Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah. (IZZA/BP)

BERAU POST – Rencana penerapan Bahasa Banua sebagai mata pelajaran muatan lokal (mulok) di Kabupaten Berau semakin matang.

Dinas Pendidikan (Disdik) Berau memastikan, tahapan uji publik telah dilalui dan program tersebut siap dilanjutkan ke proses pengesahan agar dapat diterapkan di sekolah.

Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah memastikan, rencana penerapan Bahasa Banua sebagai mata pelajaran mulok kini telah memasuki tahap penting. 

Setelah melalui proses uji publik, Bahasa Banua selangkah lagi akan ditetapkan sebagai mulok tetap di sekolah-sekolah, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Berau.

Dijelaskannya, hasil uji publik yang telah dilaksanakan membuka jalan bagi pengajuan resmi ke pemerintah pusat.

Tahapan ini menjadi krusial agar pelaksanaan pembelajaran Bahasa Banua memiliki dasar hukum yang jelas serta dapat diterapkan secara serentak di seluruh sekolah.

“Muatan lokal Bahasa Banua sudah uji publik dan bisa diteruskan untuk jadi muatan lokal. Kami akan mulai dari SMP dulu dan akan berlanjut ke tingkat SD,” ujarnya.

Pada tahap awal, Disdik Berau akan memfokuskan penerapan di seluruh SMP, baik negeri maupun swasta. Tercatat, kurang lebih 60 SMP di Kabupaten Berau telah disiapkan untuk menjalankan program tersebut. Setelah berjalan optimal di jenjang SMP, implementasi akan diperluas hingga ke tingkat Sekolah Dasar (SD).

Kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian utama. Pihaknya telah menyiapkan tenaga pengajar yang cukup untuk mendukung pelaksanaan mulok ini. Setidaknya, setiap sekolah akan memiliki satu guru yang ditugaskan mengajar Bahasa Banua.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar, Disdik Berau akan memaksimalkan guru yang sudah ada. Terutama guru yang kekurangan jam mengajar serta mereka yang merupakan putra daerah dan memiliki kemampuan berbahasa Banua. Menariknya, latar belakang pendidikan guru tidak menjadi syarat utama.

“Yang penting itu kemampuan berbahasa Banua. Misalnya guru seni, kalau dia bisa, tentu bisa kami libatkan,” jelasnya.

Langkah ini diharapkan mampu menekan kebutuhan rekrutmen tenaga pengajar baru, sekaligus memberdayakan potensi guru yang telah ada di sekolah.

Tidak hanya berfokus pada aspek bahasa, pembelajaran Bahasa Banua nantinya akan dikemas secara lebih komprehensif.

Terdapat empat elemen utama yang akan diintegrasikan dalam mata pelajaran ini, yakni bahasa, kuliner, budaya, dan seni.

Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak hanya belajar berbahasa, tetapi juga memahami kekayaan budaya lokal secara menyeluruh.

Di sisi lain, penerapan Bahasa Banua sebagai mulok tidak serta-merta menggantikan mata pelajaran yang sudah ada saat ini. Untuk sementara, Bahasa Inggris masih menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah di Berau.

Namun, perubahan akan terjadi mulai tahun 2027. Sesuai kebijakan yang akan diberlakukan, Bahasa Inggris akan naik status menjadi mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan. Dengan demikian, posisi mulok akan diisi sepenuhnya oleh Bahasa Banua.

“Kalau nanti Bahasa Inggris sudah jadi mata pelajaran wajib, otomatis Bahasa Banua akan menjadi satu-satunya muatan lokal,” tutupnya.(aja/arp) 

 

Editor : Nurismi
#mata pelajaran #Disdik Berau #Bahasa Banua #muatan lokal