Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Dinding Retak dan Kamar Mandi Rusak, Rumah Dinas Guru SMP 2 Pulau Derawan Mendesak Direhabilitasi

Nurismi • Senin, 20 April 2026 | 13:45 WIB
PERLU DIREHAB: Rumah dinas guru di SMPN 2 Pulau Derawan diusulkan untuk direhabilitasi, lantaran sudah banyak fasilitas di dalamnya yang rusak. (IZZA/BP)
PERLU DIREHAB: Rumah dinas guru di SMPN 2 Pulau Derawan diusulkan untuk direhabilitasi, lantaran sudah banyak fasilitas di dalamnya yang rusak. (IZZA/BP)

BERAU POST – Sarana dan prasarana (Sapras) masih menjadi perhatian di SMP 2 Pulau Derawan. Sejumlah fasilitas sekolah masih terbatas, mulai dari pengadaan meja dan kursi. Bahkan rumah dinas guru yang kondisinya sudah tidak layak, dinilai perlu direhabilitasi. 

Kepala SMP 2 Pulau Derawan, Purnawan menjelaskan, sebagian perabot belajar di sekolah tersebut sudah mengalami kerusakan. 

“Kami mengusulkan penambahan meja dan kursi karena banyak yang sudah rusak. Sebelumnya sudah ada penambahan,  tapi masih ada meja dan kursi yang rusak,” ujarnya, Minggu (19/4).

Selain fasilitas ruang kelas, kondisi rumah dinas guru juga menjadi perhatian. Beberapa bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal guru, disebutnya sudah mengalami kerusakan, terutama pada bangunan lama yang menggunakan material kayu.

Ia menjelaskan, terdapat dua unit rumah dinas yang merupakan bangunan lama dan memerlukan perbaikan. Kondisi di dalam bangunan tersebut dinilai tidak lagi layak, sehingga perlu segera dilakukan rehabilitasi.

“Rehab rumah guru ini banyak yang sudah tidak layak lagi di dalamnya,” jelasnya. 

Secara keseluruhan terdapat tiga bangunan utama rumah dinas guru di lingkungan sekolah tersebut. Di dalamnya terdapat sekat-sekat ruangan yang berbentuk seperti bangsal atau kamar-kamar kecil.

Perbaikan rumah dinas pun dikatakannya sangat penting. Apalagi hingga saat ini masih ada tenaga pendidik yang tinggal di sana. 

“Satu bangunan telah direnovasi tahun lalu. Sisa satu bangunan dengan dua kamar yang belum direnovasi,” terangnya.

Saat ini jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di SMP 2 Pulau Derawan mencapai 21 orang. Dari jumlah tersebut, tujuh orang di antaranya tinggal di rumah dinas guru yang berada di lingkungan sekolah.

Sementara, sisanya merupakan warga Pulau Derawan sehingga tidak membutuhkan tempat tinggal di rumah dinas.
Kondisi bangunan yang belum direnovasi disebut sudah mengalami sejumlah kerusakan, mulai dari dinding yang retak hingga fasilitas kamar mandi yang tidak lagi berfungsi dengan baik.

“Ada dinding yang retak, kamar mandinya juga sudah rusak,” ungkapnya.

Selain perbaikan rumah dinas dan pengadaan meja kursi, pihak sekolah juga mengusulkan pembangunan gudang sekolah. Saat ini keterbatasan ruang membuat salah satu ruang belajar harus difungsikan sebagai tempat penyimpanan barang.

SMP 2 Pulau Derawan sebenarnya memiliki enam rombongan belajar (rombel). Namun yang digunakan untuk kegiatan belajar hanya lima rombel, karena satu ruang kelas terpaksa dijadikan gudang.

Meski, kapasitas ruang belajar yang tersedia masih dianggap cukup untuk menampung jumlah siswa yang ada saat ini. Total siswa di SMP 2 Pulau Derawan sekitar 98 orang, dengan jumlah terbanyak pernah mencapai 115 siswa.

Sebagian besar siswa berasal dari Pulau Derawan, sementara sebagian kecil lainnya merupakan siswa pindahan dari daerah seperti Tanjung Selor maupun Tanjung Batu.

Dari sisi ruang kelas baru (RKB), kebutuhan sekolah saat ini sebenarnya sudah terpenuhi. Namun keberadaan gudang tetap dibutuhkan agar ruang kelas dapat difungsikan sepenuhnya untuk kegiatan belajar.

Usulan perbaikan dan penambahan fasilitas tersebut sebelumnya juga telah disampaikan melalui forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

“Sebelumnya usulan sudah kami sampaikan juga di forum MKKS, semoga bisa disetujui,” pungkasnya. (aja/arp) 

 

Editor : Nurismi
#rumah dinas #SMP 2 Pulau Derawan #guru