BERAU POST – Event Maratua Musik Festival dan Maratua Jazz and Dive Fiesta (MJDF) akan digabung mulai tahun ini. Hal itu disampaikan Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantoso.
Penggabungan dua event tersebut direncanakan akan menjadi satu kegiatan dalam satu momen pelaksanaan.
Namun, Yudha menjelaskan penggabungan tersebut masih dalam tahap pembahasan internal, termasuk penentuan nama resmi yang akan digunakan sebagai identitas event tersebut.
“Kami akan merapatkan lagi event itu dengan Bapelitbang untuk menentukan konsepnya tahun ini,” ucapnya, beberapa waktu lalu.
Langkah itu diambil sebagai bagian dari upaya penyegaran konsep acara, sekaligus meningkatkan daya tarik event agar mampu menjangkau lebih banyak kalangan penonton.
Rencananya, pelaksanaan kegiatan tersebut tetap mengacu pada kalender event Kabupaten Berau yang telah disusun sebelumnya. Di mana festival musik ini dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni mendatang.
Namun, hingga saat ini Disbudpar Berau masih terus melakukan pematangan terkait konsep keseluruhan acara. Termasuk format pertunjukan dan susunan kegiatan yang akan ditampilkan kepada publik.
“Konsep yang tengah disiapkan tidak lagi berfokus pada satu genre musik saja, tapi akan mengombinasikan musik jazz dengan berbagai jenis musik lainnya,” katanya.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam penyelenggaraan event sekaligus menarik minat penonton yang lebih luas. Baik dari kalangan pencinta jazz maupun masyarakat umum yang memiliki preferensi musik yang beragam.
“Untuk lokasi pelaksanaan, kegiatan tetap akan digelar di Pulau Maratua, seperti tahun-tahun sebelumnya,” bebernya.
Keindahan alam Maratua dinilai masih menjadi daya tarik utama yang mampu mendukung atmosfer acara. Sekaligus memperkuat promosi pariwisata daerah.
Terkait strategi promosi, pihaknya akan mengoptimalkan publikasi melalui berbagai platform media sosial setelah konsep acara benar-benar rampung.
Promosi secara masif dinilai penting untuk menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk wisatawan domestik maupun mancanegara. “Supaya kehadiran pengunjung dapat meningkat secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” harapnya.
Lebih lanjut, Disbudpar Berau juga membuka ruang partisipasi dari masyarakat dalam proses penyempurnaan kegiatan tersebut.
“Kami sangat terbuka terhadap berbagai masukan dan saran yang disampaikan secara langsung oleh masyarakat. Baik terkait konsep acara, pengisi kegiatan, maupun aspek teknis lainnya,” pungkasnya.(aja/arp)
Editor : Nurismi