Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bukan Sekadar Simpan Artefak, Disbudpar Ingin Museum Batiwakkal Jadi Ruang Publik yang Lebih Hidup

Nurismi • Kamis, 16 April 2026 | 18:00 WIB
RANGKAIAN FESTIVAL: Disbudpar Berau laksanakan festival museum dengan berbagai lomba bagi pelajar untuk meningkatkan kunjungan, edukasi sejarah, dan pelestarian budaya daerah. (IZZA/BP)
RANGKAIAN FESTIVAL: Disbudpar Berau laksanakan festival museum dengan berbagai lomba bagi pelajar untuk meningkatkan kunjungan, edukasi sejarah, dan pelestarian budaya daerah. (IZZA/BP)

BERAU POST – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau kembali melaksanakan rangkaian kegiatan di Museum Batiwakkal, sebagai upaya memperkuat edukasi sejarah sekaligus meningkatkan kunjungan masyarakat ke museum. 

Kegiatan itu dikemas dalam bentuk Festival Museum dengan berbagai lomba yang menyasar pelajar dari berbagai jenjang pendidikan hingga masyarakat umum, yang dilaksanakan pada 13-16 April.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disbudpar Berau, Nurjatiah menyampaikan, kegiatan di museum tahun ini dirancang lebih variatif dengan melibatkan peserta dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Adapun rangkaian lomba yang digelar meliputi lomba mewarnai tingkat TK se-Kecamatan Gunung Tabur, lomba tari kreasi tingkat TK se-Kecamatan Gunung Tabur, lomba baca puisi tingkat SD se-Kabupaten Berau, serta lomba bercerita Bahasa Berau tingkat SMP se-Kabupaten Berau.

Museum Gunung Tabur selain sebagai pusat edukasi sejarah, juga diharapkan dapat menjadi ruang publik yang lebih hidup dan dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Dengan diadakannya lomba di museum, kami berharap dapat meningkatkan kunjungan sehingga museum lebih dikenal luas dan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah,” ujarnya, Selasa (14/4).

Dijelaskan, kegiatan tersebut juga memiliki tujuan yang lebih luas, yakni membangun rasa nasionalisme melalui pemahaman sejarah.

Melalui keterlibatan dalam berbagai lomba, peserta diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air serta menghargai perjuangan para pendahulu.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat kerja sama antara museum dengan dunia pendidikan, komunitas, serta masyarakat umum. Sinergi tersebut dinilai penting dalam mendukung upaya pelestarian budaya dan sejarah daerah. 

“Lomba di museum juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran pelestarian, sekaligus mendorong kreativitas peserta dalam mengekspresikan pemahaman mereka terhadap sejarah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang kuat. Melalui pendekatan yang lebih kreatif, museum diharapkan mampu menjadi media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik.

Kontribusi kegiatan ini terhadap pelestarian sejarah dinilai cukup signifikan. Dengan melibatkan pelajar secara langsung, museum dapat memperkuat peran sebagai sarana edukasi yang berkelanjutan, sekaligus menjaga nilai-nilai sejarah agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Untuk tahun ini, sasaran utama kegiatan festival museum mencakup pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, guru sebagai tenaga pendidik, serta masyarakat umum.

“Keterlibatan berbagai elemen tersebut diharapkan dapat memperluas dampak kegiatan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ke depan, Disbudpar Berau berencana mengembangkan festival museum agar lebih menarik, edukatif, dan memiliki dampak yang lebih luas. Salah satu rencana yang disiapkan adalah menjadikan lomba di museum sebagai agenda rutin tahunan.

Pun kegiatan serupa juga akan diarahkan dengan mengangkat tema-tema tertentu, seperti peringatan Hari Pahlawan, hari jadi Kabupaten Berau, ulang tahun museum budaya lokal, maupun peristiwa sejarah lainnya yang disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

“Museum diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak sejarah, tetapi juga pusat aktivitas edukasi dan budaya yang aktif serta berkelanjutan di Kabupaten Berau,” katanya. (aja/arp) 

 

 

 

 

Editor : Nurismi
#kreatif #Disbudpar Berau #Museum Batiwakkal Berau