Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tingkatkan Standar Layanan, Disbudpar Berau Gelar Pelatihan Hospitality bagi Pelaku Wisata Tanjung Batu

Nurismi • Sabtu, 11 April 2026 | 09:45 WIB
PELATIHAN: Sebanyak 30 pelaku wisata di Tanjung Batu mendapat pelatihan hospitality dari Disbudpar Berau, belum lama ini. (DISBUDPAR UNTUK BERAU POST)
PELATIHAN: Sebanyak 30 pelaku wisata di Tanjung Batu mendapat pelatihan hospitality dari Disbudpar Berau, belum lama ini. (DISBUDPAR UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Tantangan yang dihadapi pelaku usaha wisata di Tanjung Batu masih cukup beragam. Mulai dari peningkatan kualitas pelayanan hingga kemampuan mengelola usaha, agar tetap berdaya saing di tengah pertumbuhan sektor pariwisata Berau yang terus berkembang.

Kondisi itu menjadi perhatian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau yang terus mendorong penguatan sumber daya manusia di lapangan. Salah satunya dengan pelatihan hospitality atau keramahtamahan.

Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir menyampaikan, pihaknya telah menggelar pelatihan hospitality bagi pelaku usaha dan pengelola wisata di kawasan Tanjung Batu.

Kegiatan ini diikuti 30 peserta yang terdiri dari 16 pelaku usaha kuliner, 6 pemilik kios cinderamata, serta 8 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lahatku Janti.

Pelatihan ini tidak hanya menitikberatkan pada teori pelayanan, tetapi juga praktik langsung dalam meningkatkan standar keramahan, kebersihan, serta pengelolaan usaha wisata yang lebih profesional.

Hal itu dinilai penting mengingat Tanjung Batu memiliki posisi strategis, sebagai salah satu pintu masuk menuju destinasi wisata unggulan di wilayah pesisir Kabupaten Berau.

Di sisi lain, sejumlah persoalan di lapangan juga menjadi perhatian. Kondisi kawasan yang dinilai semakin panas disebut berkaitan dengan minimnya ruang terbuka hijau. Selain itu, penataan parkir yang masih menyatu di depan area kuliner dinilai mengganggu kenyamanan.

“Tantangannya cuaca memang terasa lebih panas, karena kurangnya ruang terbuka hijau,” katanya. 

“Parkiran yang masih jadi satu di depan area kuliner juga menutup pemandangan ke arah laut sekaligus menghambat aliran angin ke pengunjung,” tambah Samsiah.

Kemudian, tidak hanya itu, fasilitas pendukung bagi wisatawan juga menurutnya masih perlu ditingkatkan, khususnya di Dermaga Sidayang. Hingga saat ini, belum tersedia ruang tunggu yang memadai bagi wisatawan yang akan menyeberang ke Pulau Derawan maupun Pulau Maratua.

Dirinya menekankan, kualitas pelayanan menjadi faktor penentu utama dalam membangun citra destinasi.

“Wisatawan tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga pengalaman selama berada di lokasi wisata, termasuk interaksi dengan pelaku usaha lokal,” ungkapnya. 

Melalui pelatihan ini, ia berharap para pelaku usaha dan pengelola wisata dapat meningkatkan standar layanan, sehingga wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih aman, nyaman, dan berkesan selama berada di Tanjung Batu.

“Selain aspek pelayanan, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat dampak ekonomi lokal,” terangnya.(aja/arp) 

 

 

 

Editor : Nurismi
#Disbudpar Berau #wisata #pelayanan