Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Waspada El Nino Godzilla April 2026! Disdamkarmat Berau Siaga Penuh Hadapi Kemarau Panjang

Beraupost • Kamis, 2 April 2026 | 11:55 WIB
ILUSTRASI: Karhutla menjadi salah satu bencana yang berpotensi terjadi akibat kemarau panjang. (BERAU POST)
ILUSTRASI: Karhutla menjadi salah satu bencana yang berpotensi terjadi akibat kemarau panjang. (BERAU POST)

 

BERAU POST – Potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino ekstrem yang diprediksi mulai melanda mulai April ini, menjadi peringatan serius bagi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau. 

Fenomena yang bahkan dijuluki “El Nino Godzilla” ini diperkirakan membawa dampak signifikan dan berkepanjangan hingga Oktober mendatang, sehingga memicu kekhawatiran meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Peringatan tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang menilai bahwa intensitas El Nino tahun ini berpotensi lebih kuat dibanding siklus sebelumnya.

Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar, khususnya bagi daerah yang memiliki wilayah hutan luas seperti Berau.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat menegaskan, pihaknya tidak ingin kecolongan menghadapi potensi bencana tersebut.

Berbagai langkah antisipasi kini mulai diperkuat, baik dari sisi kesiapan personel, peralatan, hingga edukasi masyarakat. 

“Walaupun El Nino merupakan siklus alam, intensitasnya kali ini tidak boleh diremehkan. Durasi panasnya bisa panjang, bahkan berbulan-bulan. Ini yang harus kita antisipasi sejak awal,” ujarnya.

Menurut Nofian, dampak El Nino tidak hanya berhenti pada ancaman karhutla. Kondisi cuaca ekstrem ini juga berpotensi memicu kebakaran di kawasan permukiman, memperparah kekeringan lahan pertanian, hingga mengganggu aktivitas perikanan masyarakat. Serta diperlukan kesiapsiagaan lintas sektor dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Dalam menghadapi skenario terburuk, Disdamkarmat Berau mulai melakukan penguatan dari sisi internal. Penataan ulang personel dilakukan agar distribusi petugas lebih merata, disertai dengan pelatihan rutin guna meningkatkan kesiapan dan respons cepat saat terjadi kebakaran. 

Selain itu, tim siaga khusus juga dibentuk untuk memastikan penanganan darurat dapat dilakukan secara optimal.

“Mitigasi tidak hanya soal penanganan saat kejadian, tetapi juga pencegahan sejak dini. Kami terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar lebih sadar terhadap risiko kebakaran,” jelasnya.

Saat ini, sebanyak 88 personel telah disebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Berau. Namun jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai 250 personel. 

Meski dihadapkan pada keterbatasan, pihaknya tetap berupaya memaksimalkan kekuatan yang ada dengan melibatkan relawan serta Masyarakat Peduli Api (MPA). 

“Keterbatasan tetap ada, tetapi kami optimalkan dengan kolaborasi bersama masyarakat. Peran mereka sangat penting dalam upaya pencegahan,” ujarnya.

Dari sisi sarana dan prasarana, armada pemadam kebakaran dinilai masih cukup untuk menunjang operasional saat ini.

Setiap kecamatan telah dilengkapi mobil tangki air, sementara di pos induk tersedia sekitar 18 unit kendaraan pendukung yang siap dikerahkan kapan saja.

Kebutuhan penambahan dan peremajaan armada tetap menjadi perhatian untuk menjaga kesiapan jangka panjang.

Sebagai langkah strategis, Disdamkarmat Berau juga mengusulkan tambahan anggaran, termasuk dari dana bagi hasil sektor kehutanan, guna memperkuat kapasitas penanggulangan karhutla di masa mendatang. 

Lebih jauh, Nofian menekankan keberhasilan pencegahan kebakaran tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan, tetapi juga kesadaran masyarakat.

Dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu api, terutama di tengah kondisi cuaca kering. 

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan. Siapkan juga cadangan air di lingkungan masing-masing sebagai langkah awal jika terjadi kebakaran,” pungkasnya.(aky/arp) 

Editor : Nurismi
#El Nino Godzilla #Cegah #karhutla