Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Pertanian Modern di Berau: Drone Sprayer Mampu Semprot Pupuk 7 Hektare Hanya dalam Satu Jam!

Beraupost • Rabu, 1 April 2026 | 13:55 WIB
SEMAKIN MAJU: Pertanian Berau kini memanfaatkan kemudahan dengan penggunaan drone sprayer untuk melakukan pengendalian hama dan penyebaran pupuk hayati. (SENO/BP)
SEMAKIN MAJU: Pertanian Berau kini memanfaatkan kemudahan dengan penggunaan drone sprayer untuk melakukan pengendalian hama dan penyebaran pupuk hayati. (SENO/BP)

BERAU POST - Upaya modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Berau mulai menunjukkan perkembangan. Dengan pengoperasian enam drone sprayer untuk pengendalian hama dan penyebaran pupuk hayati.

Pejabat Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (Jafung OPT), Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Bambang Sujatmiko menjelaskan, saat ini pihaknya telah memiliki drone dengan kapasitas cukup besar untuk mendukung kegiatan pertanian.

“Kami sudah punya drone sprayer, kapasitas 16 liter dengan kemampuan 7 hektare per jam,” ujarnya, Selasa (31/3). 

Drone tersebut memiliki daya terbang maksimal sekitar 17 menit dalam sekali operasi. Meski begitu, Bambang mengakui modernisasi pertanian di Berau masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari sisi sumber daya manusia.

“Kami masih terbatas di SDM, petani kita juga mulai menua,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini membuat pemanfaatan teknologi menjadi sangat penting, terutama di beberapa sentra pertanian yang mengalami keterbatasan tenaga kerja.

Peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) pun terus diperkuat untuk mendukung adaptasi teknologi tersebut.

“Di PPL wajib kami tingkatkan, karena di situ peran kami di dinas,” ungkapnya.

Program modernisasi ini juga mulai dijalankan sejak Desember lalu dengan pelatihan pilot drone. Sebanyak 11 orang telah dilatih, terdiri dari enam PPL dan staf teknis lainnya. “Pelayanan mulai berjalan sejak Januari,” jelas Bambang.

Dalam pelaksanaannya, terdapat dua pola pelayanan yang diterapkan. Pertama, petani atau kelompok tani dapat melaporkan area yang membutuhkan penanganan, dan akan ditindaklanjuti dalam waktu satu hari. Kedua, pelayanan dilakukan secara terjadwal berdasarkan wilayah yang telah ditentukan.

“Sehari setelah laporan akan ditindaklanjuti,” ucapnya.

Ia menyebut, pengoperasian drone dilakukan secara rutin, minimal dua hingga tiga kali dalam seminggu, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan serta ketersediaan bahan pengendali.

“Bisa menyesuaikan situasi, tergantung kebutuhan,” katanya.

Saat ini, terdapat enam unit drone yang beroperasi di Berau, termasuk bantuan dari pemerintah pusat. Drone tersebut tersebar di beberapa titik, di antaranya tiga unit di Brigade Pangan Labanan Jaya dan dua unit di Kampung Buyung-Buyung.

Dengan cakupan wilayah pertanian di 10 kecamatan seluas 2.564 hektare, penggunaan drone dinilai menjadi solusi strategis dalam pengawasan dan pengendalian hama secara berkala.

“Dengan sistem ini, insyaAllah bisa membantu petani,” pungkasnya. (sen/arp) 

Editor : Nurismi
#drone #Petani Berau #pertanian #pupuk