Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Banyak Orang Tua di Berau Tolak Imunisasi Karena Medsos, Dinkes: Dampaknya Bisa Fatal Bagi Kesehatan Anak

Beraupost • Kamis, 26 Maret 2026 | 07:30 WIB

ILUSTRASI: Para orangtua diminta memanfaatkan posyandu untuk imunisasi dasar anak secara gratis. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Para orangtua diminta memanfaatkan posyandu untuk imunisasi dasar anak secara gratis. (IZZA/BP)

BERAU POST – Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau mendorong para orangtua untuk memastikan anak mereka menerima imunisasi dasar lengkap.

Di antaranya 14 jenis vaksin yang bertujuan melindungi dari berbagai Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) pada anak-anak.

Petugas Tim Surveilans Imunisasi Dinkes Berau, Adi Haryono menyampaikan, program imunisasi rutin di Berau mencakup 14 jenis vaksin.

Adapun jenis vaksin yang diberikan antara lain BCG untuk mencegah tuberkulosis, DPT-Hib untuk difteri, tetanus, batuk rejan, hepatitis B, dan infeksi Haemophilus influenzae tipe b.

Selain itu ada vaksin hepatitis B, MMR dan MR untuk campak rubella, polio tetes (OPV), polio suntik (IPV), TT, DT, TD, vaksin Japanese Encephalitis (JE), serta vaksin HPV, PCV, dan rotavirus.

“Sejauh ini capaian imunisasi terus menurun. Banyak orangtua menolak anaknya divaksin dengan alasan takut demam atau efek samping,” ungkapnya, belum lama ini.

Target imunisasi pada tahun 2025 diketahui hanya 65 persen. Tapi tidak ada satu kabupaten atau kota di Kalimantan Timur yang memenuhi target nasional. Penurunan ini menurutnya banyak dipengaruhi oleh penolakan dari masyarakat.

Ia menjelaskan, salah satu faktor utama penolakan adalah pengaruh informasi di media sosial. Beberapa orangtua percaya vaksin bisa menyebabkan kejang, autis, atau bahkan kematian.

Padahal fakta medis menunjukkan tidak ada hubungan antara vaksin dan penyakit lain yang muncul.

“Kadang ada orangtua bilang, anak saya yang divaksin jadi sakit, sementara yang tidak divaksin sehat. Padahal vaksin hanya mencegah penyakit tertentu, bukan semua penyakit,” terangnya.

Untuk mengatasi penurunan capaian imunisasi, Dinkes Berau pun terus gencar melakukan promosi kesehatan.

Petugas menyasar masyarakat secara langsung di lapangan, bekerja sama dengan berbagai instansi lintas sektor, hingga memanfaatkan media komunikasi lokal.

“Kuncinya adalah promosi kesehatan. Kami selalu mengedukasi masyarakat mengenai cara mencegah penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin, baik secara langsung maupun melalui koordinasi lintas sektor,” jelasnya.

Pihaknya juga memastikan anak-anak bisa mendapatkan seluruh imunisasi dasar secara gratis, melalui posyandu atau petugas kesehatan yang jemput bola ke sekolah. Supaya orangtua tidak perlu khawatir soal biaya.

“Upaya ini penting agar perlindungan terhadap penyakit serius pada anak tetap terjamin, sekaligus mendukung kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya. (aja/arp)

 

 

Editor : Nurismi
#vaksin #imunisasi dasar lengkap #Dinkes Berau