Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Libur Idulfitri 1447 H: Jangan Sampai Destinasi Wisata Berau Berubah Jadi 'Lautan Sampah'

Beraupost • Sabtu, 7 Maret 2026 | 09:10 WIB

Wakil Bupati Berau, Gamalis. (SENO/BP)
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (SENO/BP)

BERAU POST – Libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah diperkirakan kembali memicu peningkatan kunjungan masyarakat ke berbagai destinasi wisata dan pusat hiburan di Kabupaten Berau.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya terkait potensi bertambahnya volume sampah selama periode libur Lebaran.

Wakil Bupati Berau, Gamalis meminta pengelolaan sampah harus dipersiapkan secara serius, agar aktivitas pariwisata yang meningkat tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

Sebab, kenyamanan wisatawan sangat dipengaruhi oleh kondisi kebersihan kawasan wisata.

“Biasanya jumlah sampah yang berserakan akan jauh lebih banyak saat momentum liburan,” ujarnya beberapa waktu lalu. 

Ia menjelaskan, lonjakan jumlah pengunjung hampir selalu berbanding lurus dengan peningkatan produksi sampah, terutama di lokasi wisata yang menjadi tujuan favorit masyarakat, baik dari dalam daerah maupun luar daerah.

Langkah antisipasi perlu dilakukan sebelum masa libur benar-benar dimulai.

Gamalis meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, untuk menyusun strategi penanganan sampah secara lebih terukur selama libur Idulfitri.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah penyesuaian jadwal pengangkutan sampah. Ia menilai pola aktivitas masyarakat selama masa liburan cenderung meningkat, bahkan berlangsung hingga malam hari.

“Perlu ada penyesuaian jadwal pengangkutan sampah agar tidak terjadi penumpukan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata.

Peran berbagai pihak, mulai dari pemerintah kampung, pengelola objek wisata hingga para pengunjung, juga sangat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan kawasan wisata.

Menurutnya, citra sebuah destinasi wisata sangat ditentukan oleh kondisi kebersihannya. Jika sampah terlihat menumpuk dan tidak tertangani dengan baik, hal tersebut dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan serta berdampak pada minat kunjungan di masa mendatang.

“Momen libur Lebaran, Natal atau tahun baru itu saatnya kita menjual pariwisata Berau,” jelasnya.

Ia mengingatkan, jika persoalan sampah tidak ditangani dengan serius, maka dampaknya bisa cukup besar bagi sektor pariwisata daerah.

Karena itu, semua pihak diharapkan memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama di lokasi wisata yang ramai dikunjungi.

Di sisi lain, Gamalis juga menyoroti keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bujangga.

Beberapa alat berat yang digunakan untuk mengelola sampah di lokasi tersebut disebut sudah tidak lagi berfungsi secara optimal.“Kondisi alat berat di TPA memang perlu peremajaan,” ungkapnya.

Pemerintah daerah pun telah mengupayakan perbaikan sarana tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah Berau.

Gamalis berharap dunia usaha dapat turut berkontribusi membantu penanganan sampah, khususnya dengan dukungan alat berat untuk mempercepat proses pengelolaan sampah di TPA.

“Semoga perusahaan bisa meminjamkan alat beratnya untuk membantu penanganan sampah di TPA Bujangga,” tandasnya. (sen/arp)

Editor : Nurismi
#sampah #libur lebaran #pemkab berau