Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bupati Berau Warning Warga: Jangan Tukar Uang Baru di Pinggir Jalan, Risiko Disisipi Uang Palsu Tinggi!

Beraupost • Rabu, 4 Maret 2026 | 11:00 WIB

Bupati Berau, Sri Juniarsih. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
Bupati Berau, Sri Juniarsih. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST – Bupati Berau, Sri Juniarsih mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terhadap potensi peredaran uang palsu (upal) menjelang perayaan Idulfitri.

Diketahui, aktivitas perekonomian masyarakat diyakini akan mengalami peningkatan signifikan.

Tradisi berbelanja kebutuhan hari raya, pembagian Tunjangan Hari Raya (THR), hingga penukaran uang baru untuk keperluan berbagi membuat perputaran uang tunai melonjak tajam dibandingkan hari-hari biasa.

“Menjelang Idulfitri, transaksi tunai meningkat. Situasi ini sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu,” ujarnya.

Menurut Sri Juniarsih, para pedagang pasar tradisional, pelaku UMKM, hingga penjual musiman menjadi kelompok yang paling rentan menjadi korban peredaran upal.

Tingginya volume transaksi dan kondisi yang ramai, sering kali membuat pedagang kurang memiliki waktu untuk memeriksa keaslian uang yang diterima.

Ia menekankan kerugian akibat uang palsu bukan hanya berdampak pada pedagang secara individu, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat secara luas.

“Kalau pedagang dirugikan, otomatis perputaran ekonomi juga terdampak. Ini tentu tidak kita harapkan, apalagi di momen penuh berkah seperti Idulfitri,” ujarnya.

Dirinya mengajak masyarakat untuk memahami ciri-ciri keaslian uang rupiah. Sekaligus mengingatkan pentingnya menerapkan metode sederhana seperti dilihat, diraba, dan diterawang untuk memastikan uang yang diterima adalah asli.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak mudah tergiur dengan penawaran penukaran uang baru dari pihak yang tidak resmi.

Penukaran uang sebaiknya dilakukan melalui perbankan yang terpercaya guna meminimalisir risiko menerima uang palsu.

“Jangan ragu untuk melapor. Jika menemukan atau mengetahui adanya dugaan peredaran uang palsu, segera sampaikan kepada aparat kepolisian atau pihak terkait. Kerja sama kita semua sangat penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama,” tegasnya.

Dirinya berharap, dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat, Kabupaten Berau dapat terhindar dari kasus-kasus peredaran uang palsu yang merugikan.

“Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif menjelang dan selama perayaan Idulfitri,” tutupnya.

Diwartakan sebelumnya, Kanit Tipiter Polres Berau, Iptu Yoga Fattur Rahman menegaskan, momen menjelang Lebaran kerap dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk mengedarkan upal.

Ia menyebut, di Berau sudah beberapa kali ditemukan kasus peredaran uang palsu, baik hasil cetak sendiri maupun yang diedarkan oleh pelaku tertentu. “Karena itu, kami meminta masyarakat untuk lebih waspada,” imbaunya.

Menurutnya, hampir seluruh aktivitas transaksi berpotensi menjadi sasaran, terutama di tempat-tempat dengan perputaran uang tunai yang tinggi.

Modus yang pernah ditemukan di Berau antara lain pelaku berbelanja di toko atau warung menggunakan uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

Dalam kondisi ramai, pedagang sering kali lengah memeriksa keaslian uang.

“Untuk menghindari hal tersebut, masyarakat perlu lebih jeli memeriksa uang yang diterima dari setiap transaksi. Biasanya menjelang lebaran aktivitas meningkat dan orang jadi kurang teliti,” ujarnya.(aky/arp)

 

Editor : Nurismi
#uang palsu #penukaran uang #Imbau #Bupati Berau Sri Juniarsih