BERAU POST– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menganggarkan Rp 9 miliar untuk perbaikan dan peningkatan jalan di belakang Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD).
Langkah ini diambil menyusul kondisi jalan yang mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah titik dan dinilai membahayakan pengguna.
Jalan yang menjadi akses penting warga tersebut selama ini dipenuhi debu serta kerikil lepas akibat permukaan yang terkelupas.
Kondisi itu tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi mengatakan, perbaikan ini masuk dalam paket peningkatan jalan kawasan Belimbing, Kelurahan Rinding, yang mengarah langsung ke pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Itu kami memperbaiki beberapa titik jalan termasuk Gang Elang menuju Pasar SAD, karena bagian belakangnya sudah rusak,” ujarnya.
Ia menerangkan, kerusakan yang dibiarkan berlarut dapat berdampak pada aktivitas perdagangan.
Pasar SAD sebagai pusat perbelanjaan utama tentu membutuhkan akses jalan yang memadai agar distribusi barang dan mobilitas warga tidak terganggu.
“Kami mengupayakan agar jalan-jalan di Kelurahan Rinding bisa tertangani dan kondisinya baik,” jelasnya.
Junaidi mengakui, pada tahun sebelumnya perbaikan belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena keterbatasan anggaran dan prioritas pekerjaan lain.
Tahun ini, pihaknya memastikan peningkatan kualitas jalan menjadi fokus agar akses menuju pasar lebih aman dan representatif.
Ia menegaskan, perbaikan tidak hanya menyasar satu titik, melainkan beberapa ruas yang menjadi jalur vital menuju Pasar SAD.
Selain memperlancar mobilitas warga, proyek ini diharapkan mampu menunjang perputaran ekonomi lokal yang selama ini bergantung pada aktivitas pasar.
“Yang jelas nanti kami cek dulu kondisinya dan prioritaskan mana yang harus ditangani lebih dulu dan tentu disesuaikan dengan anggaran,” tuturnya.
Rencana perbaikan ini pun disambut positif oleh warga sekitar. Asti, warga Teluk Bayur yang kerap berbelanja ke Pasar SAD, mengaku kerap merasakan dampak buruk kondisi jalan tersebut.
“Kalau lewat belakang itu sering berdebu dan banyak kerikil, kadang takut tergelincir,” katanya.
Ia berharap perbaikan benar-benar dilakukan maksimal dan tidak sekadar tambal sulam.
Menurutnya, akses yang nyaman akan memudahkan warga dari luar Teluk Bayur yang datang untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.
“Kalau jalannya bagus tentu kami lebih nyaman dan aman saat belanja,” tambahnya.(sen/arp)
Editor : Nurismi