Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kunci Tekan Stunting di Berau: Gamalis Soroti Pola Asuh dan Perubahan Perilaku Masyarakat

Beraupost • Kamis, 29 Januari 2026 | 11:40 WIB
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (IZZA/BP)
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (IZZA/BP)

BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali berkomitmen untuk menekan angka stunting pada tahun ini.

Apalagi penanganan stunting di Berau merupakan yang terbawah di Kalimantan Timur pada tahun lalu.

Perlu diketahui juga, angka stunting pada tahun 2024 tercatat sebesar 23,4 persen, mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 23 persen.

Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait pada awal tahun.

Gunanya mengevaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan sekaligus memperkuat langkah percepatan penurunan prevalensi stunting agar lebih terarah dan efektif.

Penguatan sinergi lintas sektor menjadi penting, mengingat penanganan stunting tidak dapat dilakukan hanya dibebankan pada satu perangkat daerah saja.

“Perlu kolaborasi yang kuat antara sektor kesehatan, pendidikan, sanitasi, hingga pemberdayaan masyarakat, agar seluruh intervensi yang dilakukan mampu berjalan selaras dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dijelaskannya, stunting masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Berau yang harus ditangani secara konsisten dan terintegrasi.

Tanpa kerja bersama dan komitmen yang sama dari seluruh OPD, target penurunan stunting akan sulit dicapai secara maksimal.

Terlebih menurutnya, upaya pencegahan dan penurunan stunting tidak boleh dipandang sebagai program jangka pendek saja, melainkan sebagai investasi jangka panjang bagi Kabupaten Berau.

Dengan menurunkan angka stunting, pemerintah daerah tengah menyiapkan generasi Berau yang sehat, cerdas, dan berkualitas untuk masa depan.

“Penurunan stunting ini menjadi prioritas bersama. Semua OPD harus bergerak seirama sesuai peran dan kewenangannya masing-masing, agar hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemetaan data yang akurat serta intervensi yang tepat sasaran, khususnya kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Data yang valid dinilai menjadi dasar utama dalam penyusunan program, sehingga setiap kebijakan dan kegiatan yang dilaksanakan dapat menjangkau sasaran yang benar-benar membutuhkan.

Selain aspek intervensi langsung, Gamalis mendorong seluruh OPD untuk lebih aktif melakukan edukasi kepada masyarakat.

Edukasi tersebut mencakup pola asuh anak, pemenuhan gizi yang seimbang, serta pentingnya sanitasi dan lingkungan yang sehat.

Ia menilai, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.

“Tidak cukup hanya intervensi dari pemerintah. Kesadaran masyarakat juga harus terus dibangun melalui edukasi yang berkelanjutan,” katanya.

Ia berkeinginan supaya seluruh OPD dapat menyusun langkah strategis dan program konkret yang saling terintegrasi sejak awal tahun.

“Dengan begitu percepatan penurunan stunting di Bumi Batiwakkal diharapkan dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.(aja/arp)

 

Editor : Nurismi
#wakil bupati berau gamalis #angka stunting #pemkab berau