BERAU POST– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) aparatur sebagai bagian dari upaya membangun birokrasi yang profesional dan berdaya saing.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Pembukaan Kegiatan Ekspose Akhir Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK) dan Sosialisasi Corporate University (ASN Corpu).
Yang merupakan hasil kerja sama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Berau dengan Pusat Pengajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik Lembaga Administrasi Negara (Pusjar SKPP LAN), Selasa (27/1).
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said menekankan, pentingnya pembelajaran dan peningkatan kapasitas aparatur di tengah dinamika pengelolaan pejabat.
Ia menjelaskan, sistem pengembangan kompetensi harus memastikan setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, sesuai dengan bidang dan potensi masing-masing.
“Banyak dinamika dalam mengelola pejabat. Kami harus memastikan dengan sistem yang ada, semua orang punya kesempatan yang sama. Tinggal bagaimana meningkatkan kompetensi di bidang yang sesuai. Kami harap ada orang yang profesional di bidang tersebut,” katanya.
Ia juga menyinggung praktik mutasi pejabat yang kerap terjadi. Menurutnya, ketika seorang pejabat dipindahkan ke perangkat daerah lain, yang bersangkutan harus siap beradaptasi dengan lingkungan dan bidang kerja yang baru.
Peran BKPSDM pun sangat penting untuk memberikan pemahaman dan peningkatan kompetensi agar ASN siap saat dipercaya menduduki jabatan tertentu.
Dalam dua tahun ke depan akan ada 22 kepala dinas yang memasuki masa pensiun. Pada tahun ini saja, terdapat empat jabatan eselon II yang kosong, yakni Asisten II Setkab Berau, Kepala BKPSDM, Kepala Disbudpar, dan Sekretaris DPRD.
Setelah itu, menyusul sejumlah jabatan lain seperti kepala Dinas Sosial, kepala Dinas Pertanahan, kepala Dispora, dan kepala DPPKBP3A.
“Ke depan akan ada lebih dari 22 posisi yang pensiun sampai 2028 nanti. Artinya akan terjadi pergantian besar-besaran pejabat. Jangan sampai merasa karier kita stagnan. Mari meningkatkan kompetensi melalui ASN Corpu,” tegasnya.
Ia menambahkan, rotasi dan mutasi pejabat merupakan hal yang tidak terhindarkan. Karena itu, setiap ASN dituntut siap menghadapi tantangan dan bidang tugas baru.
Di tengah keterbatasan anggaran akibat berkurangnya dana transfer yang mencapai Rp1,7 triliun, ia berharap solidaritas dan kerja sama antaraparat tetap terjaga, sembari memaksimalkan apa yang bisa dikerjakan pada tahun berjalan.
“Kami harap solidaritas dan kerja sama dengan efisiensi yang terjadi tahun ini, kerjakan apa yang bisa dikerjakan dulu,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kepala BKPSDM Berau, Jaka Siswanta menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan sistem manajemen SDM aparatur yang dilakukan secara berkelanjutan.
Penyusunan dokumen perencanaan pengembangan kompetensi ASN menjadi fondasi penting agar peningkatan kapasitas aparatur berjalan terarah, terukur, dan selaras dengan kebutuhan organisasi serta tujuan pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah berkomitmen membangun ASN yang profesional dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan organisasi. Karena itu, perencanaan pengembangan kompetensi harus disusun secara sistematis agar pelaksanaannya berdampak langsung pada kinerja dan pelayanan publik,” ujarnya.
Sejalan dengan kebijakan nasional, Pemkab Berau juga mendorong penerapan konsep Corporate University sebagai bentuk transformasi pembelajaran aparatur.
Konsep ini dinilai mampu menciptakan sistem pembelajaran yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan organisasi, sekaligus membangun budaya belajar di lingkungan birokrasi.
Pelaksanaan kegiatan Ekspose Akhir AKPK atau Human Capital Development Plan ini menjadi momentum untuk memaparkan hasil akhir perencanaan pengembangan kompetensi ASN di Berau.
Selain itu, forum ini juga dimanfaatkan untuk menjaring persepsi dan masukan dari perangkat daerah terkait implementasi di lapangan, serta meningkatkan pemahaman mengenai konsep, prinsip, dan mekanisme penerapan Corporate University.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung transformasi pembelajaran aparatur secara berkelanjutan.
“Penguatan manajemen talenta dan manajemen tim menjadi bagian yang tidak terpisahkan, mengingat talenta ASN diposisikan sebagai pilar utama dalam sistem pengembangan SDM aparatur,” jelasnya. (aja/arp)
Editor : Nurismi