BERAU POST– Kondisi kolam renang Kakaban Aquatic yang sempat viral di media sosial, karena tampak kotor dan dipenuhi lumut hingga dasar kolam, mendapat penjelasan langsung dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, Amiruddin.
Dikatakannya, persoalan tersebut bukan terjadi tanpa sebab, namun saat ini sudah dalam penanganan serius oleh pihaknya.
Perawatan kualitas air kolam renang Kakaban Aquatic diungkapkannya, dilakukan secara rutin oleh petugas teknis di lapangan.
Proses perawatan tersebut tidak hanya sebatas pembersihan biasa, tetapi juga disertai dengan pemantauan berkala oleh pengawas, guna memastikan kualitas air tetap sesuai standar dan aman digunakan oleh masyarakat.
Sebelum kondisi kolam tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, tingkat kunjungan ke Kakaban Aquatic terbilang cukup tinggi. Bahkan, pengunjung selalu ramai terutama pada hari Sabtu dan Minggu.
“Sebelum kejadian ini, pengunjung tetap banyak terutama di hari Sabtu dan Minggu, juga di hari-hari lain selalu ada pengunjung terutama dari kecamatan yang jauh. Bahkan dari luar Berau, misal Kaltara dan Wahau,” ungkapnya.
Penyebab utama perubahan kualitas air kolam yang menurun disebutnya dipengaruhi oleh kondisi cuaca panas yang sangat ekstrem yang terjadi di Tanjung Redeb dalam beberapa waktu terakhir.
Cuaca panas tersebut berdampak langsung pada kualitas air kolam, sehingga memicu pertumbuhan lumut dan menurunnya tingkat kejernihan air.
“Beberapa waktu lalu memang cuaca panas sangat ekstrem di Tanjung Redeb, sehingga berpengaruh pada kualitas air kolam,” bebernya.
Namun, sejak Sabtu (24/1) lalu, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah penanganan dengan melakukan proses penjernihan air.
Upaya yang dilakukan antara lain dengan menambah dosis atau takaran obat penjernih serta kaporit sesuai kebutuhan.
Selain itu, petugas juga melakukan penyikatan pada dinding dan dasar kolam, serta melakukan penyedotan menggunakan vakum untuk membersihkan endapan yang ada.
“Dasar kolam sudah mulai kelihatan, sore ini (kemarin,red) ditambahkan lagi obat yang kami pintakan ke PDAM. Sementara masih sambil disikat dan divakum,” ujarnya.
Pihaknya pun telah dihubungi langsung oleh bupati Berau untuk memastikan kondisi di lapangan dan meminta dilakukan pengecekan secara menyeluruh.
Saat ini, kondisi air kolam renang Kakaban Aquatic pun sudah kembali normal sejak Senin (26/1) sore. (aja/arp)
Editor : Nurismi