BERAU POST – Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tanjung Redeb tahun lalu menembus angka 401 persen dari target Rp 942 juta.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tanjung Redeb, Catur Apriyanto menyampaikan, target PNBP Imigrasi tahun 2025 ditetapkan Rp 942 juta dengan realisasi penerimaan mencapai Rp 3,7 miliar atau sekitar 401 persen.
PNBP Imigrasi merupakan pungutan negara yang bersumber dari berbagai layanan keimigrasian.
Di antaranya pembuatan paspor, visa, izin tinggal, perpanjangan visa. Seluruh tarif PNBP tersebut telah diatur dalam peraturan pemerintah.
Adapun saat ini pembuatan paspor sesuai PP Nomor 45 Tahun 2024 sebesar Rp 650 ribu dengan masa berlaku paspor 5 tahun dan Rp 950 ribu untuk paspor dengan masa berlaku 10 tahun.
Dibeberkannya, lonjakan penerimaan PNBP tahun lalu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kenaikan tarif paspor, serta meningkatnya jumlah pemohon layanan keimigrasian.
Ia menjelaskan, sebelum pandemi Covid-19, target PNBP sempat diturunkan karena penerimaan yang relatif kecil akibat menurunnya aktivitas masyarakat.
“Pada masa pandemi, target memang diturunkan karena jumlah pemohon yang sedikit. Sekarang kondisi sudah mulai kembali seperti semula, bahkan cenderung meningkat,” katanya.
Karena itu, target PNBP juga dinaikkan secara bertahap setiap tahun. Dicontohkan, pada tahun 2024 lalu, target PNBP Imigrasi Tanjung Redeb hanya berada di kisaran Rp 700 juta.
Namun seiring pemulihan ekonomi dan mobilitas masyarakat, realisasi penerimaan justru jauh melampaui target tersebut. Kondisi ini menjadi dasar penyesuaian target pada tahun-tahun berikutnya.
Untuk tahun berjalan, Kantor Imigrasi Tanjung Redeb kembali mendapat target yang lebih tinggi, yakni sebesar Rp 2,097 miliar.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 1,9 miliar ditargetkan berasal dari layanan paspor. Sementara, sisanya diharapkan berasal dari layanan keimigrasian lainnya.
Meski target tahun ini lebih besar, Catur mengaku tetap optimistis target tersebut dapat tercapai. Terlebih, mengingat capaian tahun lalu yang mencapai Rp 3,7 miliar menjadi indikator kuat potensi penerimaan PNBP ke depan.
“Kami tetap optimistis target tahun ini bisa tercapai. Apakah nanti tercapai di pertengahan tahun atau di akhir tahun, kita lihat bersama nanti,” katanya.
Untuk mendukung pencapaian tersebut, Kantor Imigrasi Tanjung Redeb terus melakukan berbagai upaya peningkatan layanan.
Di antaranya dengan tetap menjalankan program eazy passport atau layanan jemput bola untuk pembuatan paspor secara kolektif dilokasi pemohon.
Pihaknya juga membuka layanan paspor simpatik pada hari Sabtu khusus HUT Imigrasi tahun ini. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan keimigrasian sekaligus mendorong peningkatan penerimaan negara.
“Tahun lalu kami sempat melaksanakan eazy passport di Batu Putih dan Pulau Derawan atas permintaan mereka, baik melalui kecamatan maupun kampung,” terangnya.(aja/arp)
Editor : Nurismi