BERAU POST – Penerapan aplikasi Mandau di 21 puskesmas mulai dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau.
Langkah itu merupakan upaya memperbaiki sistem pelayanan kesehatan berbasis teknologi.
Aplikasi itu resmi dijalankan sejak awal Januari dan diharapkan mampu mempermudah proses pelayanan, pemantauan, hingga pelaporan kegiatan kesehatan di lapangan.
Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie mengatakan, penerapan aplikasi Mandau dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.
Meski keputusan penggunaan aplikasi ini diambil secara cepat, pihaknya tetap berupaya agar seluruh puskesmas siap menjalankannya.
“21 puskesmas sudah kami running untuk menggunakan aplikasi Mandau,” ujarnya.
Pihaknya sebagai organisasi perangkat daerah di bidang kesehatan memang sudah terbiasa bekerja dengan ritme cepat. Apalagi ketika menyangkut pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, kehadiran aplikasi Mandau sangat membantu dalam mempercepat dan mempermudah pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas.
“Kami ini sebagai OPD di bidang kesehatan biasa kejar tayang. Terlebih aplikasi ini sangat memudahkan bagi pelayanan kesehatan,” katanya.
Dijelaskannya, salah satu fungsi utama Mandau adalah untuk memantau secara langsung aktivitas pelayanan kesehatan yang sedang berlangsung di masing-masing wilayah kerja puskesmas.
Melalui aplikasi ini, pihaknya bisa melihat puskesmas mana yang sedang melayani pasien dan bagaimana aktivitas pelayanan berlangsung.
Tidak hanya itu, Mandau juga menampilkan informasi mengenai tenaga kesehatan yang sedang bertugas, termasuk dokter yang melakukan penanganan pasien.
Dengan begitu, apabila ada puskesmas yang tidak memberikan pelayanan atau mengalami kendala, hal tersebut bisa segera diketahui dan dikomunikasikan.
“Termasuk juga dokter yang melakukan penanganan, jadi kalau ada puskesmas yang tidak ada pelayanan dapat langsung dikomunikasikan,” ungkapnya.
Lamlay menambahkan, aplikasi Mandau juga mampu menampilkan data pasien yang sedang menunggu dalam antrean pelayanan.
Fitur ini dinilai penting untuk melihat kepadatan pelayanan dan membantu puskesmas mengatur alur pelayanan agar lebih tertib dan terpantau.
Ke depan, aplikasi Mandau tidak hanya digunakan di puskesmas, tetapi juga akan diterapkan di puskesmas pembantu atau pustu.
Supaya pelayanan kesehatan di tingkat yang lebih dekat dengan masyarakat juga dapat terpantau secara digital.
Selain untuk pemantauan pelayanan, Mandau juga berfungsi dalam pengolahan data dan rekapitulasi pelayanan pasien.
Sebab selama ini, proses rekap sering dilakukan secara manual, sehingga memakan waktu dan tenaga.
“Aplikasi Mandau ini juga yang akan mengolah rekapan pelayanan bagi masyarakat sebagai pasien. Jadi kami di Dinkes tidak perlu melakukan rekapan secara manual,” bebernya.
Dirinya turut menyinggung manfaat Mandau bagi puskesmas yang melayani peserta BPJS Kesehatan.
Dengan aplikasi ini, proses pemberkasan tidak lagi dilakukan secara manual seperti sebelumnya.
Seluruh data pelayanan bisa langsung masuk ke sistem dan diproses secara digital.
“Untuk puskesmas yang melayani peserta BPJS pun tidak perlu melakukan pemberkasan secara manual,” katanya.(aja/arp)
Editor : Nurismi