Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bidik Pasar Arab Saudi, Ikan Kaleng Asal Berau Disiapkan Jadi Konsumsi Jemaah Haji dan Umrah

Beraupost • Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:25 WIB
ILUSTRASI: Pemkab Berau mendorong ikan kaleng lokal dipasarkan ke Arab Saudi dengan menyasar jemaah umrah dan haji Indonesia. (BERAU POST)
ILUSTRASI: Pemkab Berau mendorong ikan kaleng lokal dipasarkan ke Arab Saudi dengan menyasar jemaah umrah dan haji Indonesia. (BERAU POST)

BERAU POST – Produk olahan ikan kaleng asal Berau ditarget mampu ke Arab Saudi dengan menyasar jemaah umrah dan haji. Hal itu disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih.

Dikatakan Sri, potensi sektor perikanan Berau cukup besar untuk diarahkan pada produk bernilai tambah yang berorientasi ekspor, asalkan didukung sistem produksi dan kemasan yang memenuhi standar.

Apalagi selama ini proses pengemasan masih dikerjakan secara manual, sehingga kapasitas produksi dan kualitas belum bisa ditingkatkan secara maksimal.

Ia meminta Dinas Perikanan Berau serius melakukan pendampingan dan menjalin kerja sama lintas sektor, agar produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar yang lebih luas.

“Maksimalkan di SMK 3 Tanjung Batu, terutama untuk packaging makanan kaleng. Karena selama ini masih dikerjakan secara manual,” ujarnya.

Ia menilai perlunya kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar dapat menjangkau jaringan pemasaran internasional, termasuk ke Arab Saudi.

Pasar tersebut dinilai cukup potensial karena menyasar jemaah umrah dan haji asal Indonesia yang jumlahnya besar setiap tahun.

“Kalau dikerjasamakan dengan KKP, mereka siap membantu memasarkan ke Jeddah, Arab. Dengan sasaran jemaah umrah dan haji. Apalagi ada hotel milik Indonesia di Arab Saudi, itu sangat terbuka untuk pemasaran,” jelasnya.

Sri menekankan, peluang tersebut dapat dimanfaatkan asal produksi dilakukan dalam skala lebih besar dan memenuhi standar ekspor.

Hal itu tidak hanya menyangkut kuantitas, tetapi juga kualitas produk, keamanan pangan, serta kemasan yang sesuai dengan ketentuan internasional.

“Perlu kita pasarkan dan kerja sama dalam produksi yang lebih besar supaya bisa berstandar ekspor,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid menjelaskan, pihaknya masih pada tahap pengujian kelayakan produk dari sisi keamanan pangan.

Proses tersebut menjadi syarat penting sebelum produk dapat diproduksi secara massal dan dipasarkan secara luas.

Hasil uji dari UGM tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan proses perizinan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Setelah seluruh tahapan tersebut terpenuhi, barulah produksi dalam skala besar dapat dilakukan.

“Kami sekarang masih melakukan uji F0 untuk kelayakan bakterinya. Kalau sudah keluar hasil dari UGM, akan dilanjutkan lagi ke BPOM sebagai persyaratan izin edar, agar bisa diproduksi massal,” bebernya.

Selama ini, Diskan Berau juga telah menggandeng SMK 3 Perikanan Tanjung Batu sebagai mitra produksi.

Di mana, Pemkab Berau telah memberikan bantuan berupa mesin pengalengan ikan kepada SMK 3 Tanjung Batu pada 2024 lalu.

Sebab, sekolah tersebut telah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga pihak sekolah dapat mengelola tanpa menunggu alokasi anggaran dari pemerintah.

“Kami tentu akan mengikuti arahan bupati Berau, tapi langkah awalnya adalah izin BPOM tadi,” pungkasnya.(aja/arp)

Editor : Nurismi
#haji #pengolahan ikan #umrah #umkm #kaleng #Kabupaten Berau