Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Percepat Penanganan Sampah Kota, Pemkab Berau Bagikan 10 Mobil Pengangkut ke Kelurahan

Beraupost • Selasa, 6 Januari 2026 | 10:30 WIB
ATASI SAMPAH: 10 kelurahan di Kabupaten Berau menerima mobil pengangkut sampah dari DLHK Berau. (IZZA/BP)
ATASI SAMPAH: 10 kelurahan di Kabupaten Berau menerima mobil pengangkut sampah dari DLHK Berau. (IZZA/BP)

BERAU POST– Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau menyalurkan 10 unit mobil pengangkut sampah kepada 10 kelurahan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap para lurah yang selama ini dinilai aktif menggerakkan kegiatan kerja bakti serta dalam pengelolaan kebersihan lingkungan di wilayahnya masing-masing.

Bupati Berau Sri Juniarsih menyampaikan, bantuan mobil pengangkut sampah tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kelurahan dan petugas-petugas kebersihan di wilayah perkotaan.

"Memang sampah itu cukup tinggi dan petugas memiliki keterbatasan dalam operasional pengangkutan sampah. Jadi kami berikanlah mobil sampah ini untuk memudahkan tugas mereka," ungkapnya.

Ke depa, pengelolaan sampah di tingkat kelurahan disebutnya akan semakin mudah seiring dengan bertambahnya penduduk di Bumi Batiwakkal.

Sehingga sangat membutuhkan kerja cepat dalam memaksimalkan distribusi sampah di kelurahan masing-masing. 

"Paling tidak hal itu bisa membantu pemerintah daerah dalam meraih penghargaan Adipura,” katanya.

Kepala DLHK Berau, Mustakim Suharjana menjelaskan, pemberian bantuan mobil pengangkut sampah ini berangkat dari aspirasi para lurah yang kerap meminta dukungan armada saat melaksanakan kerja bakti.

Selama ini, kelurahan yang aktif membersihkan lingkungan masih sangat bergantung pada dukungan pengangkutan sampah dari DLHK, sehingga keberadaan armada sendiri di tingkat kelurahan diharapkan dapat mempercepat penanganan sampah.

"Lurah tentunya memiliki peran strategis karena menjadi penghubung langsung antara pemerintah dan masyarakat melalui RT yang ada di wilayahnya," ucapnya.

Terlebih, kebersihan kawasan perkotaan, khususnya Tanjung Redeb, menjadi perhatian utama karena merupakan etalase pariwisata Bumi Batiwakkal.

Lingkungan kota yang bersih diharapkan dapat memberikan kesan positif bagi wisatawan, sehingga mendorong mereka untuk tinggal lebih lama di Berau.

Ke depan, DLHK tidak hanya mendorong pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan pihak ketiga untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) serta pengembangan bank sampah. 

"Saat ini Pemkab Berau sedang merintis kerja sama dengan pihak swasta untuk mengelola sampah yang memiliki nilai ekonomis," katanya.

Pemerintah daerah juga telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan pihak ketiga, agar sampah yang bernilai jual dapat dibeli dan dimanfaatkan.

Apabila skema ini berjalan optimal, maka ke depan hanya residu sampah yang benar-benar tidak dapat diolah lagi yang akan dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga.

"Dengan begitu, sebagian besar sampah dapat diselesaikan di hulu, yakni di tingkat kelurahan atau RT," terangnya.

Saat ini, seluruh sampah masih dibawa ke TPA Bujangga. Namun ke depan, bagi wilayah yang telah memiliki TPS, sampah akan diarahkan ke fasilitas tersebut.

Mustakim mencontohkan Kelurahan Karang Ambun yang sudah mulai menerapkan pemilahan sampah, sehingga hanya residunya saja yang dibuang ke TPA.

Selain menyerahkan armada, DLHK juga memastikan adanya pendampingan berkelanjutan hingga ke tingkat kelurahan dalam pengelolaan sampah.

Untuk pengadaan 10 unit mobil pengangkut sampah tersebut, anggaran yang digunakan berasal dari APBD Perubahan dengan nilai sekitar Rp 2 miliar.

Sementara itu, untuk kampung-kampung lainnya, pihaknya berharap dapat mengikuti arahan bupati dengan menyediakan mobil pengangkut sampah secara mandiri melalui pemanfaatan dana kampung.

Hal ini berbeda dengan kelurahan yang tidak memiliki dana kampung, sehingga dukungan armada diberikan langsung oleh DLHK.

"Kalau kelurahan kan tidak punya dana kampung, makanya di-support dari DLHK. Sedangkan, untuk kampung-kampung, diharapkan dapat menganggarkan dari dana kampung," pintanya.

Pada setiap mobil pengangkut sampah yang diserahkan, DLHK juga menambahkan slogan-slogan edukatif yang ditujukan untuk menarik perhatian generasi muda.

Salah satu slogan yang terpasang yakni “No drama, just angkut”, yang diharapkan dapat menyentuh kesadaran Gen Z agar lebih peduli terhadap isu sampah dan kebersihan lingkungan.

"Keterlibatan generasi muda untuk pengelolaan sampah ini juga sama pentingnya," ujarnya.

Dirinya menambahkan, terkait operasional harian, biaya seperti bahan bakar minyak dan kebutuhan operasional lainnya menjadi tanggung jawab masing-masing kelurahan dan dianggarkan melalui kelurahan.

Mobil-mobil tersebut juga tidak lagi menjadi aset DLHK, melainkan akan dialihkan menjadi aset kelurahan.

"Termasuk penyiapan petugas pengangkut sampah yang sepenuhnya dikelola oleh kelurahan setempat," paparnya. (aja/arp)

Editor : Nurismi
#pengangkut sampah #pemkab berau