Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bakal Jadi Nama Bandara? Ini Alasan Raja Alam Sultan Alimuddin Layak Jadi Pahlawan Nasional

Beraupost • Sabtu, 20 Desember 2025 | 10:20 WIB
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Berau, Iswahyudi. (IZZA/BP)
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Berau, Iswahyudi. (IZZA/BP)

BERAU POST – Keberadaan buku sejarah Berau yang sedang disusun oleh tim penulis dari Departemen Sejarah Universitas Gajah Mada (UGM) memiliki peran strategis.

Terutama sebagai dasar penyusunan naskah akademik dalam pengusulan Raja Alam Sultan Alimuddin sebagai Pahlawan Nasional. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Berau, Iswahyudi.

Dijelaskannya, buku sejarah yang ditulis secara ilmiah akan menjadi pijakan penting dalam tahapan pengusulan gelar Pahlawan Nasional.

“Pada dasarnya buku sejarah Berau ini nanti menjadi dasar penyusunan naskah akademik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pengusulan Pahlawan Nasional bukanlah tahapan singkat, melainkan membutuhkan waktu, ketelitian, dan pemenuhan berbagai ketentuan regulasi.

Karena itu, Dinas Sosial Berau berupaya menjalani setiap proses secara bertahap dan terukur.

“Prosesnya masih panjang, kami jalani satu per satu dengan kerja tim,” katanya.

Pihaknya juga akan terus menjalin koordinasi lintas sektor untuk mendukung penguatan identitas sejarah Raja Alam Sultan Alimuddin.

Salah satu langkah yang direncanakan adalah berkomunikasi dengan pihak Bandara Kalimarau terkait wacana penyematan nama Raja Alam Sultan Alimuddin di masa mendatang.

“Kami akan menjalin komunikasi, tentu dengan mengikuti tahapan dan regulasi yang ada,” ucapnya.

Menurutnya, seluruh proses tersebut tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Setiap langkah harus mengacu pada aturan yang berlaku agar pengusulan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Lebih jauh, Iswahyudi menilai penulisan ulang sejarah Berau secara akademis merupakan momentum penting bagi daerah.

Terlebih, selama ini sejarah Berau banyak dikenal melalui cerita lisan, folklor, maupun kronik kerajaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Dengan adanya penulisan akademis, khazanah sejarah tersebut akan semakin kuat dan terdokumentasi dengan baik.

“Kami berharap penulisan ulang sejarah ini benar-benar menjadi ilmu yang ditulis secara akademis,” katanya.

Ia juga mengapresiasi penggunaan sumber-sumber arsip kredibel dalam penulisan buku sejarah tersebut, mulai dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) hingga Arsip Nasional di Den Haag, Belanda.

Menurutnya, pendekatan ini memberikan bobot ilmiah yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Sumber-sumber arsip yang digunakan ini sangat penting untuk memperkuat sejarah Berau,” ujarnya.

Iswahyudi berharap, hasil penulisan buku sejarah ini tidak hanya mendukung pengusulan Raja Alam Sultan Alimuddin sebagai Pahlawan Nasional, tetapi juga menjadi referensi penting bagi generasi muda.

Ia menambahkan, penguatan sejarah secara akademis diharapkan mampu melengkapi dan memperkuat folklor serta kronik yang telah hidup lama di masyarakat.

“Sejarah yang tertulis ini nantinya bisa saling melengkapi dengan cerita yang berkembang di tengah masyarakat,” tandasnya. (sen/arp)

Editor : Nurismi
#Dinsos Berau #Raja Alam Sultan Alimuddin Kalimarau #pahlawan nasional #bandara kalimarau