BERAU POST – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyiapkan lahan hibah untuk mendukung percepatan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Berau. Lahan seluas sekitar tiga hektare tersebut berada di Kecamatan Gunung Tabur.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Berau, Gamalis, saat menghadiri kegiatan Asistensi Desa Bersinar dan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) oleh BNNP Kalimantan Timur, Rabu (17/12).
Ia menjelaskan, salah satu syarat pembentukan BNNK adalah kesiapan lahan, dan Pemkab Berau telah memenuhi ketentuan tersebut dengan menghibahkan lahan di Jalan Raden Muhammad Ayub, Gunung Tabur, tepatnya di antara SMA Negeri 5 dan Rumah Potong Hewan.
"Luas lahan yang disiapkan seluas 3.000 meter persegi, melampaui standar minimal yang disarankan, yakni 1.500 meter persegi," terangnya.
Selain lahan, Pemkab Berau juga menyiapkan kelengkapan pendukung lainnya, mulai dari naskah akademik hingga sumber daya manusia. Sebanyak 20 aparatur sipil negara (ASN) akan ditempatkan di BNNK Berau selama dua tahun masa awal operasional.
Selama menunggu pembangunan gedung definitif, operasional BNNK Berau direncanakan menggunakan gedung sementara yang juga disiapkan untuk jangka waktu dua tahun.
Untuk sementara, aktivitas perkantoran akan berlokasi di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Berau.
"Mereka akan menempati gedung sementara selama 2 tahun. Yang berlokasi di kantor Kesbangpol Berau," bebernya, kepada Berau Post, Rabu (17/12).
Keberadaan BNNK nantinya tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga memperkuat program pencegahan dan rehabilitasi.
Dengan adanya BNNK, kegiatan edukasi diharapkan dapat dilakukan lebih masif, deteksi dini penyalahgunaan narkoba bisa berjalan lebih cepat, dan layanan rehabilitasi menjadi lebih terstruktur.
"Saya tekankan keberadaan BNNK nantinya bukan hanya soal penindakan tapi juga memperkuat program pencegahan dan rehabilitasi," paparnya.
Menurutnya, kondisi peredaran narkoba di Berau sudah semakin mengkhawatirkan. Jika sebelumnya Berau dikenal sebagai daerah lintasan, kini dinilai telah berubah menjadi daerah tujuan.
Hal tersebut tercermin dari maraknya pengungkapan kasus narkoba. Dengan dukungan fasilitas dan kelembagaan yang lebih kuat, dirinya berharap upaya penanggulangan narkoba dapat ditekan dan ke depan bisa diminimalkan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara BNNK Berau dan BNNP Kaltim.
"Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi mewujudkan penanggulangan narkoba di Bumi Batiwakkal, sekaligus mitigasi yang tepat dan berkelanjutan," ucapnya.
Disadari, persoalan narkoba bukan persoalan sederhana dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan lintas sektor dan seluruh pemangku kepentingan.
Gamalis mengajak unsur TNI, Polri, kejaksaan, organisasi perangkat daerah terkait, RSUD dr Abdul Rivai, Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, hingga perangkat organisasi sosial dan kemasyarakatan untuk bersinergi dalam setiap program terpadu.
Sementara itu, Program Desa Bersinar disebut sebagai inisiatif strategis BNN untuk menjadikan desa dan kelurahan sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran narkoba.
Program ini diatur dalam Peraturan BNN Nomor 3 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan desa bersih narkoba, dengan pendekatan Intervensi Berbasis Masyarakat yang fokus pada penanganan penyalahgunaan narkoba kategori ringan di tingkat lokal.
"Pendekatan tersebut dirancang dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Peran aktif pemerintah kampung dan kelurahan bersama komponen masyarakat dinilai sangat menentukan," katanya.
Adapun sasaran IBM meliputi penyalahgunaan narkoba, agen pemulihan keluarga yang memiliki anggota dengan permasalahan penyalahgunaan narkoba, masyarakat yang peduli terhadap rehabilitasi, serta lingkungan kampung sebagai ruang tumbuh kembang program tersebut.
Dalam laporan aktivitas Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Berau, bahwa pada 2025 telah dilakukan pencanangan Kampung Tangguh Anti Narkoba di Kelurahan Gunung Panjang.
"Selain itu, sosialisasi P4GN juga dilaksanakan sebanyak tujuh kali di Bidukbiduk, Batu Putih, Biatan, Tabalar, Pulau Derawan, Segah, dan Labanan Makmur," sebutnya.
Tes urin juga dilakukan terhadap karyawan perusahaan, pelajar, mahasiswa di luar daerah, serta pegawai kantor perwakilan Berau di Samarinda.
Upaya pembinaan tersebut diharapkan menjadi langkah pencegahan penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan remaja, sembari menunggu terbentuknya BNNK Berau secara penuh. (aja/arp)
Editor : Nurismi