BERAU POST – Program bantuan atau hibah alat tangkap bagi nelayan di Kabupaten Berau kembali dianggarkan melalui Dinas Perikanan (Diskan) pada 2025.
Bantuan tersebut dialokasikan baik melalui APBD murni maupun Anggaran Belanja Tambahan (ABT), sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung aktivitas perikanan tangkap.
Bantuan yang disalurkan berupa mesin dan alat tangkap ini ditujukan untuk membantu nelayan memenuhi kebutuhan sarana produksi, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas hasil tangkapan.
Kepala Bidang Penangkapan dan Pelayanan Usaha, Diskan Berau, Ika Jayati menjelaskan, pada ABT 2025 bantuan alat tangkap hanya diberikan kepada satu Kelompok Usaha Bersama (KUB).
Penyaluran tersebut didasarkan pada usulan yang masuk dan telah melalui proses verifikasi sesuai ketentuan. “Pada ABT 2025 hanya satu KUB yang menerima bantuan,” katanya.
Ia merinci, bantuan tersebut diberikan kepada KUB Berau Maju yang berada di Kelurahan Bugis.
Adapun jenis bantuan yang disalurkan meliputi mesin ketinting dan jaring insang untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan anggota kelompok.
“Bantuan yang diberikan berupa 11 unit mesin ketinting dan 94 set jaring insang,” ungkapnya.
Ika menambahkan, keterbatasan jumlah penerima bantuan pada ABT 2025 disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
Meski demikian, Diskan Berau tetap berupaya agar program bantuan alat tangkap dapat menjangkau lebih banyak kelompok nelayan pada penganggaran berikutnya.
Sementara itu, Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih turut berharap bantuan yang diberikan pemerintah daerah dapat menjadi pemicu semangat bagi nelayan untuk terus meningkatkan produktivitas.
Ia menilai sektor perikanan tangkap memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian daerah.
“Harapannya bantuan ini bisa memotivasi nelayan meningkatkan hasil tangkap,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yunda menekankan pentingnya pengembangan diversifikasi produk perikanan.
Tidak hanya mengandalkan hasil tangkap segar, nelayan dan pelaku usaha juga didorong untuk mengembangkan berbagai olahan perikanan agar memiliki nilai tambah.
“Diversifikasi produk perlu diperluas agar mampu bersaing,” tandasnya. (sen/arp)
Editor : Nurismi