Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Tuntas Akhir Tahun! Jembatan Bataan dan Jalan Poros Bidukbiduk Siap Sambut Wisatawan Nataru 2026

Beraupost • Senin, 15 Desember 2025 | 09:35 WIB
IKON BARU: Jembatan Sei Sumbang yang berbentuk hewan Kelomang akan menjadi ikon wisata baru di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Bidukbiduk. (ARI/BP)
IKON BARU: Jembatan Sei Sumbang yang berbentuk hewan Kelomang akan menjadi ikon wisata baru di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Bidukbiduk. (ARI/BP)

BERAU POST - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis meninjau pelbagai kesiapan infrastruktur di wilayah pesisir Selatan Berau.

Mulai dari peningkatan Jalan Poros Teluk Sumbang-Teluk Sulaiman hingga pembangunan Jembatan Bataan dan Jembatan Sei Sumbang.

Tiga pekerjaan tersebut keseluruhannya berada di Kecamatan Bidukbiduk. Salah satu kecamatan dengan pelbagai objek wisata andalan di Kabupaten Berau.

Didampingi Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Benny Sepriady Panjaitan, Wabup Berau, Gamalis mengawali peninjauannya di peningkatan Jalan Poros Teluk Sumbang-Teluk Sulaiman.

Disampaikan Benny, progres pekerjaan ruas jalan tersebut sudah mencapai 85 persen dengan menyisakan pengaspalan sekitar 1,7 kilometer. Tenggat waktu pekerjaan pun pada 26 Desember tahun ini.

"Anggarannya berasal dari APBD Berau dan bankeu (bantuan keuangan) provinsi. Totalnya sekitar Rp 33 miliar," ungkapnya. Jalan inipun merupakan salah satu akses yang menghubungkan Kabupaten Berau ke Kutai Timur.

Lanjut Benny, pekerjaan tahun ini merupakan lanjutan dari pekerjaan di tahun sebelum-sebelumnya. Dengan keseluruhan panjang ruas jalan yang dibangun telah sesuai target, yaitu mencapai 29 Km.

Ia juga menyebut tipe jalan yang dibangun merupakan kelas tiga, sesuai dengan tingkat kabupaten. "Maksimal tonase kendaraannya yang melintas delapan ton," ujarnya.

Hingga saat ini, baik Pemprov Kaltim melalui bankeu dan Pemkab Berau, telah mengucurkan anggaran mencapai Rp 100 miliar lebih.

Meski secara keseluruhan jalan telah terbangun dan beraspal, Benny menyebut pihaknya akan mengusulkan pelebaran jalan di beberapa titik.

"Karena ini penting untuk keamanan dan kenyamanan pengendara. Tapi untuk pelebaran itu akan dilakukan secara bertahap, karena keterbatasan anggaran," sebutnya.

Sementara di tempat lainnya, DPUPR Berau juga tengah membangun Jembatan Bataan dan Jembatan Sei Sumbang.

Untuk pembangunan Jembatan Bataan, Benny mengungkapkan, pembangunan jembatan dimulai pada 10 April lalu dengan nilai kontrak Rp 23 miliar. Jembatan ini merupakan tipe B dengan bentang jembatan 55 meter dan lebar 7 meter.

"Progresnya sudah 95 persen. Dan akhir Desember ini kami yakini sudah selesai semua," tuturnya.

Diungkapkannya, jembatan tersebut juga menjadi penghubung antara Kabupaten Berau dengan Kabupaten Kutai Timur.

Adanya ruas jalan dan Jembatan Bataan, diyakini akan mempermudah wisatawan dari Kutai Timur untuk berkunjung dan berlibur di berbagai objek wisata Berau.

Di sisi lain, untuk pembangunan Jembatan Sei Sumbang yang juga masih berproses, Benny mengungkapkan anggaran yang dikucurkan untuk jembatan berbentuk kelomang itu sekitar Rp 14,8 miliar dari APBD 2025.

"Tipe jembatannya tipe C dengan bentang jembatan 40 meter dan lebar jembatan 3,5 meter," ujarnya.

Keberadaan jembatan ini ditujukan untuk menambah objek wisata di Kampung Teluk Sumbang. Karena itu, Benny menyebut akan ada pembatasan bagi kendaraan yang melintasi jembatan.

"Untuk mobil nanti akan dilarang lewat. Biar nanti lewat jalur satunya yang melewati Jembatan Bataan," sebutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis menyambut baik percepatan pengerjaan infrastruktur yang ada di Kecamatan Bidukbiduk.

Baik pembangunan jalan maupun dua jembatan, dinilainya sudah berprogres dengan baik.

Apalagi akses Teluk Sulaiman–Teluk Sumbang disebutnya memiliki peran strategis untuk menarik wisatawan dari Kutai Timur untuk berkunjung ke Kabupaten Berau.

“Jalan dan jembatan ini sangat penting, apalagi menjelang libur Natal dan tahun baru. Metika aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan meningkat, kita ingin masyarakat bisa melintas dengan aman dan nyaman,” kata Gamalis.

Ia menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan pembangunan infrastruktur dasar secara bertahap dan berkelanjutan, meski di tengah keterbatasan anggaran.

“Yang terpenting akses dasar masyarakat terpenuhi dulu. Pelebaran dan peningkatan kualitas jalan akan kami lanjutkan sesuai kemampuan APBD, sambil terus memperjuangkan dukungan anggaran ke depan,” pungkasnya.(arp2)

Editor : Nurismi
#jalan poros #infrastruktur #pemkab berau