BERAU POST – Upaya pencegahan penyakit jantung di Kalimantan Timur (Kaltim) memasuki babak baru.
Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Kaltim masa bakti 2025–2030 resmi dilantik Sekretaris Jenderal YJI Pusat, Rezka Oktoberia dalam acara yang berlangsung di Aula Dispora Kaltim, Kamis (11/12).
Pelantikan yang disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji, ini menjadi momentum penegasan komitmen YJI Kaltim untuk fokus pada langkah preventif yang masif, seiring meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Kaltim.
Ketua YJI Kaltim yang baru dilantik, Hj Wahyu Hernaningsih Seno Aji menegaskan, kepengurusan baru ini berkomitmen penuh mengatasi tantangan penyakit jantung seiring perubahan gaya hidup.
“Masa bakti 2025–2030 harus menjadi momentum memperkuat program edukasi, deteksi dini, dan layanan kesehatan jantung yang mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk daerah terpencil,” ujarnya.
YJI Kaltim berjanji membangun jejaring solid dengan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan komunitas untuk memastikan layanan kesehatan jantung dapat diakses hingga ke wilayah pedalaman.
Sekjen YJI Pusat, Rezka Oktoberia memberikan tiga pesan kunci kepada pengurus YJI Kaltim. Selain memperluas kemitraan dan menggali inovasi penggalangan dana, ia secara khusus menekankan pentingnya pendekatan preventif.
Termasuk mengedukasi masyarakat, terutama anak-anak, mengenai bahaya rokok tradisional maupun rokok elektronik (vape) yang kini mudah diakses.
Rezka mengungkapkan, YJI telah membantu operasi 171 anak penderita penyakit jantung bawaan pada tahun 2025, dan masih ada 186 anak yang menunggu tindakan.
“Menyelamatkan satu nyawa berarti menyelamatkan satu umat manusia,” tegasnya, menyoroti mahalnya biaya pengobatan jantung.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji, menyambut baik pelantikan ini dan menghubungkannya dengan visi pembangunan daerah.
Sekaligus menegaskan bahwa kesehatan jantung adalah fondasi penting menuju Visi Generasi Emas Kaltim.
Wagub Seno Aji menyampaikan data positif. Usia harapan hidup masyarakat Kaltim telah meningkat signifikan dari 74 tahun (2021) menjadi 79 tahun.
Peningkatan ini salah satunya berkat meningkatnya kesadaran masyarakat berolahraga, seperti senam jantung sehat yang rutin digelar.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi YJI dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan literasi kesehatan jantung.
Serta mengampanyekan hidup sehat dan deteksi dini, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto mengenai pemeriksaan kesehatan gratis.
“Kami percaya YJI Kaltim mampu memberi kontribusi besar bagi masyarakat yang lebih sehat dan produktif,” tutup Wagub Seno Aji. Acara pelantikan juga dirangkai dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh pengurus YJI Kaltim.(adv/arp)
Editor : Nurismi