BERAU POST – Dalam rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) sekaligus evaluasi capaian 8 Konvergensi, Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis dibuat marah dengan tidak hadirnya empat organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia mengatakan, kegiatan itu bukan hanya sekadar seremonial, namun harus menjadi perhatian serius OPD lainnya, dalam menurunkan angka stunting di Berau.
Berdasarkan hasil evaluasi yang tertuang dalam keputusan Gubernur Kaltim, Nomor 100.3.3.1/K.381/2025 tentang Penetapan Hasil Penilaian Kinerja Dalam Pelaksaan Aksi Kovergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024.
Dalam keputusan tersebut, Berau paling uncit dari 10 kabaupaten/kota di Kaltim dengan perolehan 94 poin.
“Saya kecewa, posisi kita terbawah tapi OPD terkesan cuek,” paparnya.
“Undangan hari ini (kemarin, red) disebar banyak, tapi yang hadir jauh dari jumlah undangan. Ini menjadi perhatian kita semua,” tambahnya.
Diketahui, empat OPD yang tidak hadir yakni Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Dinas Perkebunan, dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan.
Gamalis menilai rendahnya kehadiran ini mencerminkan kurangnya keseriusan dalam menyelesaikan persoalan stunting yang membutuhkan kerja terpadu.
“Koordinasi masih minim, tidak bisa satu OPD bekerja sendiri,” tegasnya.
Menurutnya, upaya penurunan stunting tidak cukup hanya mengandalkan intervensi medis.
Lebih dari itu, berbagai faktor seperti lingkungan, kondisi sosial, hingga pola hidup masyarakat memiliki peran besar dalam pencegahan.
“Ini menyangkut lingkungan, kondisi sosial, dan pencegahan yang masih belum maksimal. Karena itu kita perlu memperbaiki koordinasi lintas sektor,” ujarnya.
Gamalis juga menekankan tahun 2026 harus menjadi titik awal percepatan lebih serius dibandingkan 2025.
Ia menginstruksikan semua anggota TPPS serta OPD terkait untuk mengoptimalkan pendampingan bagi keluarga berisiko stunting secara menyeluruh.
“Pastikan kesehatan ibu dan anak, perbaiki kualitas asupan, dan lakukan pendampingan menyeluruh. Fokus pada aksi konvergensi, jangan hanya kejar angka. Angka itu hanya parameter,”jelasnya.
Sebagai Ketua TPPS Berau, Gamalis meminta seluruh perangkat daerah bekerja bukan sekadar memenuhi administrasi, tetapi hadir memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti masih adanya OPD yang belum menunjukkan progres signifikan sejak evaluasi sebelumnya pada 16 Agustus 2025.
“Bagaimana kita bisa meraih peringkat satu atau dua kalau progres saja tidak ada? Kita harus punya rambu-rambu untuk melangkah,” tegasnya.
Meski begitu, Gamalis tetap mengapresiasi capaian sementara yang menempatkan Berau pada posisi 10 dengan skor 94 dalam evaluasi terakhir.
Dengan status TPPS yang kini berada langsung di bawah kementerian, Gamalis berharap perhatian seluruh OPD semakin meningkat agar penanganan stunting menjadi lebih tepat sasaran dan berdampak nyata.
“Saya harap OPD terkait memberi atensi khusus. Kita optimalkan pencegahan agar program lebih tepat sasaran,” tutupnya. (hmd/arp)
Editor : Nurismi