BERAU POST - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bersama Dewan Pengurus Korpri menggelar Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (1/12).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Pj Sekretaris Daerah Akhmad Suharto, mantan Sekda Aji Erlynawati, Ketua Pengadilan Agama, para asisten, staf ahli, serta kepala OPD.
Hadir pula Wakil Ketua Korpri Bontang, Dasuki, jajaran pengurus Korpri, para penerima tali asih purna tugas 2025, admin berprestasi nasional, penerima Satyalancana Karya Satya, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota, Neni Moerniaeni mengajak seluruh ASN merefleksikan perjalanan pengabdian. Serta mengenang kariernya sejak menjadi ASN pada 1987 hingga diamanahkan sebagai Wali Kota.
“ASN adalah khalifah di muka bumi. Amanah jabatan harus dijaga dengan kerja yang jujur, tulus, dan bermartabat,” tegasnya, seraya menekankan pentingnya integritas dalam pelayanan publik.
Wali Kota juga menyoroti tantangan ASN di era teknologi, termasuk godaan yang dapat meretakkan rumah tangga.
Ia menilai penandatanganan SKB terkait pembagian nafkah pascaperceraian sebagai langkah strategis untuk melindungi hak perempuan dan anak. Kebijakan ini diharapkan menjadi pagar moral sekaligus administratif bagi ASN.
Tak hanya berbicara soal pengabdian, Neni turut memaparkan perkembangan ekonomi Kota Bontang yang tetap tumbuh positif dengan Gini Rasio 0,325, lebih baik dibanding nasional.
Ia menyebut turunnya angka pengangguran didorong kemunculan lebih dari 2.500 pelaku usaha baru sepanjang 2025—melampaui target tahunan 1.000 wirausahawan. ASN pun didorong berwirausaha produktif, seperti usaha kopi hingga ternak ayam petelur.
Dari sisi kesehatan, ia kembali mengingatkan pentingnya pola hidup sehat, menghindari penyakit degeneratif, dan menjaga stamina agar tetap produktif hingga masa pensiun.
Wali Kota juga menyoroti persoalan sanitasi di perkantoran, bahkan merencanakan Festival Toilet untuk meningkatkan standar kebersihan lingkungan kerja maupun rumah tangga.
Sebagai bentuk penghargaan, puluhan ASN purna tugas, ASN berprestasi, atlet, hingga pelajar yang mengharumkan nama daerah menerima apresiasi dari Pemkot.
Penyerahan dilakukan bertahap, termasuk pemberian santunan Rp 5 juta kepada tujuh ahli waris ASN yang wafat. Para penerima Satyalancana Karya Satya juga mendapat penghargaan simbolis sebelum diarahkan ke meja tanda tangan.
Acara ini dirangkai antara penandatanganan SKB antara Pemkot Bontang dan Pengadilan Agama terkait juknis dan SOP pembagian nafkah keluarga ASN pasca perceraian, penyerahan tali asih kepada 74 ASN purna tugas, uang duka kepada ahli waris ASN, dan pemberian Satyalancana kepada 275 ASN atas dedikasi mereka selama 10, 20, hingga 30 tahun.
Peringatan HUT ke-54 Korpri ini menjadi momentum penting bagi ASN Kota Bontang untuk memperkuat profesionalisme, integritas, dan solidaritas dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (adv/arp)
Editor : Nurismi