Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Hari AIDS Sedunia: Wabup Bontang Minta Pelajar SMP Fokus Belajar dan Hindari Pacaran di Usia Sekolah

Beraupost • Selasa, 2 Desember 2025 | 12:20 WIB
EDUKASI: Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris membuka Talkshow Hari AIDS Sedunia 2025 di Auditorium 3 Dimensi, Jalan Awang Long, Bontang pada Senin pagi (1/12). (PROMKOPIM BONTANG UNTUK BERAU POST)
EDUKASI: Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris membuka Talkshow Hari AIDS Sedunia 2025 di Auditorium 3 Dimensi, Jalan Awang Long, Bontang pada Senin pagi (1/12). (PROMKOPIM BONTANG UNTUK BERAU POST)

BERAU POST - Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mewakili Wali Kota Bontang secara resmi membuka Talkshow Hari AIDS Sedunia 2025 bertema “Know HIV, No Fear: Remaja Cerdas, Remaja Peduli” di Auditorium 3 Dimensi, Jalan Awang Long, Bontang pada Senin pagi (1/12).

Kegiatan tahunan tersebut merupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Bontang dan PT Kaltim Parna Industri (KPI). Tahun ini, peserta didominasi siswa SMP se-Kota Bontang setelah perwakilan SMA berhalangan hadir akibat jadwal ujian.

Acara turut dihadiri General Manager PT KPI M. Nasruddin, Supervisor CSR & External Relation PT KPI sekaligus Ketua Panitia, Susana Afriati, Ketua Tim Kerja Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Bontang, Nur Ilham, perwakilan puskesmas, serta guru pendamping. Narasumber berasal dari RSUD Taman Husada, DP3AKB Kota Bontang, dan aktivis pemerhati HIV/AIDS.

Wakil Wali Kota, Agus Haris menekankan pentingnya edukasi HIV/AIDS bagi generasi muda. Karena sangat penting untuk masa depan anak-anak kita.
“Mereka adalah calon pemimpin 2045, dan harus dibekali pengetahuan yang benar sejak dini,” ujarnya.
Agus Haris juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan industri dalam pembangunan daerah, khususnya PT KPI karena telah konsisten mendukung program pemerintah melalui kegiatan sosial, kebersihan, hingga pendidikan masyarakat.

Ia menambahkan, sekitar 70 persen pergerakan ekonomi Bontang ditopang sektor industri, sehingga sinergi dunia usaha dan pemerintah menjadi sangat penting.

Selain menyinggung peran industri, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi remaja di era digital.

Menurutnya, usia 0–20 tahun merupakan masa pembentukan karakter yang perlu diarahkan dengan baik. Serta mengingatkan pelajar agar berhati-hati dalam pergaulan dan bijak menggunakan gawai.

“Konten positif banyak, tetapi yang negatif juga tidak sedikit. Anak-anak harus pintar memilih, karena semua perbuatan akan dipertanggungjawabkan,” pesannya.

Di hadapan ratusan siswa, Agus Haris kembali menegaskan imbauan agar pelajar menghindari pacaran di usia sekolah.

“Pacaran bukan prioritas. Fokus belajar dulu, karena pilihan pergaulan hari ini menentukan masa depan kalian,” katanya.

Ia juga menekankan pernikahan dini, perceraian, hingga risiko stunting dapat berawal dari pergaulan yang tidak terkontrol.

Pemerintah Kota Bontang, lanjutnya, terus mendukung target nasional 95–95–95 terkait penanganan HIV/AIDS. Apalagi remaja dan siswa sekolah merupakan garda depan dalam menciptakan lingkungan sehat, inklusif, dan bebas stigma.

Sementara itu, General Manager PT KPI M. Nasruddin mengajak para siswa aktif bertanya dan memahami informasi secara benar dari para narasumber. Ia berharap tren penanganan HIV/AIDS di Bontang semakin membaik.

Menurutnya, Bontang merupakan kota yang nyaman, bersih, dan berkembang berkat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan industri.

Acara ini dirangkai penyerahan miniatur dan dilanjutkan “talk show” tentang kesehatan reproduksi serta pencegahan HIV/AIDS.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap pemahaman dan kepedulian remaja Bontang terhadap isu kesehatan, khususnya HIV/AIDS, semakin meningkat serta mampu menjadi pelopor perilaku sehat di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal mereka. (adv/arp)

Editor : Nurismi
#pelajar #hari aids sedunia #pemkot bontang