BERAU POST — Talkshow Ngapeh Live TVRI Kaltim menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal sebagai narasumber dalam sesi bertema Pembatasan Penggunaan Gadget pada Anak.
Acara yang digelar di Studio 2 TVRI Kaltim ini membahas secara mendalam tantangan digitalisasi dan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak di era serba daring.
Dalam pemaparannya, Faisal menegaskan masuknya masyarakat ke era digital adalah sebuah keniscayaan yang tak bisa dihindari. Karena itu, orang tua memegang peran sentral dalam membentuk perilaku anak.
“Anak-anak butuh teladan. Apa pun yang kita lakukan, mereka tiru. Kalau kita ingin membuat aturan atau larangan, mulailah dengan memberi contoh,” ujarnya, Rabu (26/11).
Faisal memaparkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menunjukkan bahwa penetrasi internet di Kalimantan Timur telah mencapai 88,33 persen.
Angka tinggi ini menunjukkan betapa lekatnya masyarakat dengan teknologi digital.
Meski teknologi membawa lebih banyak manfaat positif, menurutnya dampak negatif juga harus diantisipasi dengan pola-pola pengawasan yang tepat.
Salah satunya adalah memanfaatkan aplikasi yang mampu membatasi akses anak—misalnya, mengunci konten tertentu bagi anak usia lima tahun ke bawah.
“Literasi digital bukan hanya untuk anak, tapi juga orang tua,” tegas Faisal.
Faisal juga mengingatkan pentingnya empat pilar literasi digital yakni keamanan, budaya, skill, dan etika sebagai pondasi bagi pengguna internet.
Ia menambahkan bahwa keberadaan regulasi seperti UU ITE, UU Perlindungan Data Pribadi, serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Perlindungan Anak dalam Penyelenggaraan Sistem Elektronik (PP Tunas) menjadi payung hukum yang mendukung upaya melindungi generasi muda.
Salah satu perilaku yang perlu diubah, menurut Faisal, adalah kebiasaan menenangkan anak dengan memberikan ponsel.
Ia mengajak para orang tua untuk membatasi penggunaan ponsel saat di rumah agar dapat memberikan teladan positif bagi anak.
“Kalau anak nangis dikasih HP, ini tidak tepat. Kembalikan fungsi ruang keluarga sebagai tempat berinteraksi,” jelasnya.(KRV/pt/adv/arp)
Editor : Nurismi