Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Bontang Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Bersama Forkopimda

Beraupost • Senin, 24 November 2025 | 11:30 WIB
CEK PERALATAN: Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meninjau peralatan penanganan bencana. (KMF ADIEPRAJA UNTUK BERAU POST)
CEK PERALATAN: Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meninjau peralatan penanganan bencana. (KMF ADIEPRAJA UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana Alam di halaman Makodim 0908/Bontang, Sabtu (22/11) pagi.

Apel itu dipimpin Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), antara lain Kapolres Bontang AKBP Widho Anrianto, Kasdim 0908/Bontang Kapten Arh Asep Supriatna yang mewakili Dandim 0908.

Komandan Batalyon 7/ABC Letkol Arhanud Bayu Adiwisuda, Komandan Subdenpom VI/1-1 Kapten CPM Agus Setiawan, serta Komandan Pos TNI Angkatan Laut Bontang Letda Laut (KH) Elvis Yuri Setiono, sejumlah kepala OPD juga tampak menghadiri kegiatan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota, Agus Haris menegaskan apel kesiapsiagaan merupakan langkah penting menghadapi potensi bencana, terutama di tengah perubahan musim yang semakin tidak menentu.

“Perubahan musim membuat frekuensi hujan, pasang air laut, serta dinamika cuaca ekstrem semakin sulit diprediksi. Kesiapsiagaan menjadi keniscayaan,” ujar Agus Haris.

Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga hal utama yang harus menjadi pegangan seluruh elemen, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat, dalam membangun kesiapsiagaan bencana.

Dirinya menekankan pentingnya memperkuat sistem peringatan dini, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta meningkatkan kualitas infrastruktur yang tangguh terhadap bencana.

Ketiga hal ini dinilai sebagai upaya kunci untuk meminimalkan risiko di tahap awal.
Termasuk di dalamnya penyiapan personel, logistik, jalur evakuasi, sarana dan prasarana tanggap darurat, serta mekanisme koordinasi lintas sektor.

Menurutnya, seluruh unsur harus memiliki pemahaman dan langkah yang sama ketika menghadapi kejadian bencana alam.

Ia menekankan bahwa setiap penanganan bencana harus dilaksanakan tepat waktu, tepat sasaran, dan memastikan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana berjalan menyeluruh.

Apel tersebut diakhiri dengan pemeriksaan pasukan dan peralatan kesiapsiagaan bencana dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, BPBD, relawan, serta organisasi masyarakat.

Dengan digelarnya apel ini, Pemerintah Kota Bontang berharap seluruh unsur dapat bergerak cepat, solid, dan terkoordinasi dalam menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi sewaktu-waktu. (adv/arp)

Editor : Nurismi
#Antisipasi Bencana Alam #pemkot bontang