BERAU POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memperkuat sinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda untuk menjamin keamanan dan kualitas pangan dalam pelaksanaan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan Gubernur Kaltim, Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum) saat menerima audiensi Kepala BBPOM Samarinda di Kantor Gubernur, Selasa (18/11).
Gubernur menegaskan, peran BBPOM sangat vital, tidak hanya untuk pengawasan rutin obat, kosmetik, dan makanan, tetapi juga semakin strategis dalam mendukung MBG.
“Peran BBPOM ini penting sekali dalam memastikan keamanan dan kualitas obat, kosmetik, dan makanan yang beredar di masyarakat. Khususnya, BBPOM Samarinda bisa melakukan pendampingan untuk memastikan keamanan makanan dalam program MBG,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud.
Selain MBG, Gubernur juga meminta BBPOM memperkuat pengawasan terhadap mutu makanan yang dijual di pasaran. Ia secara khusus menyoroti ancaman makanan yang mengandung zat berbahaya.
“Terutama makanan yang mengandung zat berbahaya seperti pengawet berlebih,” tegasnya.
Kepala BBPOM Samarinda yang baru menjabat, Agung Kurniawan menyambut baik arahan Gubernur.
Ia mengungkapkan, pihaknya saat ini telah aktif terlibat dalam satuan tugas percepatan MBG di Kaltim.
“Dalam kaitan ini, kami berkoordinasi erat dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan tidak terjadi keracunan pangan selama program MBG berjalan,” kata Agung.
Kerja sama ini menjadi langkah konkret Pemprov Kaltim untuk memastikan bahwa program MBG tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi oleh penerima manfaat.
Di sela laporannya, Agung Kurniawan juga mengungkapkan temuan signifikan BBPOM di bidang lain, yakni maraknya pelanggaran pada produk kosmetik di wilayah kabupaten/kota.
“Seratus persen pelanggaran yang kami tangani di kabupaten/kota adalah kosmetik yang mengandung bahan berbahaya,” pungkasnya, menandakan perlunya pengawasan yang lebih ketat di sektor kosmetik demi perlindungan konsumen. (IST/Adpimprov/adv/arp)
Editor : Nurismi