Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

DTPHP Berau Modernisasi Pertanian Lewat Simluhtan & Bridge Pangan, Jamin Bantuan Akurat

Beraupost • Kamis, 13 November 2025 | 10:20 WIB
Kepala DTPHP Berau, Junaidi. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
Kepala DTPHP Berau, Junaidi. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)

BERAU POST — Pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan data dan layanan bagi para petani terus dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau.

Salah satunya penerapan Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).

Melalui Simluhtan, data petani dan kelompok tani kini terintegrasi secara daring, sehingga proses penyaluran bantuan, verifikasi data, hingga pemantauan produktivitas lahan dapat dilakukan dengan lebih cepat, akurat, dan transparan.

Kepala DTPHP Berau, Junaidi menjelaskan, setiap petani yang ingin memperoleh bantuan dari pemerintah baik berupa alat dan mesin pertanian, benih, pupuk, maupun program pendampingan wajib terdaftar dalam sistem Simluhtan tersebut.

“Semua data petani harus masuk dalam Simluhtan. Dengan begitu, proses verifikasi bantuan menjadi lebih cepat, transparan, dan akurat,” jelasnya kepada awak media.

Hingga saat ini, tercatat 84 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di seluruh kecamatan di Kabupaten Berau telah terhubung melalui sistem digital ini.

Setiap kelompok tani diwajibkan memiliki struktur kepengurusan yang jelas, berita acara pembentukan, serta akta notaris yang disahkan oleh Kepala Kampung dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Langkah itu dinilai bukan hanya untuk memperkuat administrasi kelembagaan tani, tetapi juga menjadi dasar penting dalam penyaluran program bantuan berbasis data yang lebih tertib dan akuntabel.

Tak berhenti pada digitalisasi data, DTPHP Berau juga sedang menyiapkan program inovatif bertajuk “Bridge Pangan”, yang akan diterapkan di lima kampung yakni Labanan Jaya, Gunung Tabur, Sambaliung, Semurut, dan Buyung-Buyung.

Melalui program ini, lahan pertanian seluas 895 hektare akan dikelola secara terintegrasi menggunakan sistem monitoring berbasis data digital.

Setiap lahan nantinya akan terpantau produktivitasnya secara berkala, mulai dari proses penanaman hingga panen, melalui laporan digital yang terhubung dengan penyuluh dan pemerintah kampung.

“Bridge Pangan ini akan kami kelola bersama pemerintah kampung dan kelompok tani yang sudah terverifikasi. Setiap lahan nantinya akan terpantau produktivitasnya melalui laporan digital secara berkala,” sebut Junaidi.

Sebagai langkah penguatan kapasitas di lapangan, DTPHP Berau juga menggandeng TNI dan Polri dalam program pendampingan pertanian berbasis teknologi.

Dengan TNI akan berperan dalam pendampingan digitalisasi proses tanam padi, sementara Polri turut serta dalam pengembangan budidaya jagung berbasis data lapangan.

“Sinergi dengan TNI dan Polri ini menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat modernisasi pertanian di daerah,” katanya.

Dengan berbagai inovasi yang dijalankan, DTPHP Berau optimistis sektor pertanian daerah akan semakin kuat, efisien, dan berdaya saing tinggi.

Langkah digitalisasi ini diharapkan mampu mempercepat layanan kepada petani, meningkatkan ketahanan pangan daerah, serta mendorong lahirnya generasi petani muda yang melek teknologi.

“Harapannya, inovasi teknologi ini dapat mempercepat layanan, memperkuat ketahanan pangan, dan menjadikan sektor pertanian Berau semakin modern,” pungkasnya.(aky/arp)

 

Editor : Nurismi
#Kabupaten Berau #Dinas Pangan Berau #pengelolaan data #simluhtan #petani