BERAU POST – Nama Raja Alam Sultan Alimuddin Kalimarau diusulkan menjadi nama pengganti Bandar Udara (Bandara) Kalimarau.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghormati jasa dan perjuangan tokoh besar Berau yang memiliki kontribusi penting, dalam sejarah pembentukan dan pembelaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi menjelaskan, usulan ini juga berkaitan dengan proses pengajuan Raja Alam Sultan Alimuddin sebagai Pahlawan Nasional.
Untuk itu, tim penilai telah dibentuk di tingkat kabupaten, melibatkan unsur dari Keraton Sambaliung, Keraton Gunung Tabur, serta akademisi dari perguruan tinggi.
“Kami masih terus mencari dokumen penguat perjuangan Raja Alam, kita sudah bentuk tim penilai Pahlawan Nasional di Kabupaten Berau,” terangnya.
Menurutnya, penyematan nama Raja Alam pada bandara menjadi bentuk penghargaan simbolik yang menunjukkan kebanggaan masyarakat Berau terhadap warisan sejarah daerah.
Langkah tersebut juga diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak melupakan nilai perjuangan para leluhur.
“Kami mencoba memberikan penghargaan kepada Raja Alam dengan menyematkan namanya pada tempat strategis, seperti Bandara Kalimarau,” ungkapnya.
Iswahyudi mencontohkan, sejumlah daerah di Kalimantan Timur telah lebih dulu menamai fasilitas publik dengan nama tokoh bersejarah.
Salah satunya Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan di Balikpapan.
Rencana ini mendapat dukungan dari dua kesultanan besar di Berau.
Sultan Kesultanan Sambaliung, Paduka Yang Mulia (PYM) Raja Muda Perkasa Datu Amir, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah terhadap tokoh kerajaan yang berjasa.
“Artinya kami masih diperhatikan oleh pemerintah, Raja Alam itu betul-betul membela NKRI, mati pun rela daripada ikut sekutu lain,” ujarnya.
Sementara itu, Pemangku Adat Kesultanan Gunung Tabur, PYM Adji Raden Muhammad Bakhrun, menyebut pengusulan ini sudah berlangsung lama sejak awal tahun 2000-an dan terus diperjuangkan oleh kedua kesultanan.
“Kalau diusulkan memang sudah dilakukan sejak lama,” paparnya.(sen/arp)
Editor : Nurismi