Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bontang Terima Penghargaan ISNA 2025, Pengakuan Atas Kinerja Unggul dan Inovasi Pemerintah Daerah

Beraupost • Senin, 10 November 2025 | 11:20 WIB
PRESTASI: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menjadi salah satu penerima penghargaan dalam ajang Indonesia Smart Nation Award 2025. (KMF-FIRMAN UNTUK BERAU POST)
PRESTASI: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menjadi salah satu penerima penghargaan dalam ajang Indonesia Smart Nation Award 2025. (KMF-FIRMAN UNTUK BERAU POST)

BERAU POST– Pemerintah Kota Bontang kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Dengan terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2025.

Penghargaan tersebut diterima secara langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, pada malam penganugerahan yang dihelat di Nusantara 3, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (8/11) malam.

Penghargaan tersebut diserahkan Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Kementerian Dalam Negeri, Dr. Drs. Amran, M.T. Acara ini turut dihadiri oleh para kepala daerah, pejabat kementerian, akademisi, serta mitra strategis nasional yang berdedikasi terhadap pengembangan Smart Nation di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyebut penghargaan ini adalah hasil dari komitmen kuat untuk menyeimbangkan status Bontang, sebagai kota industri dengan pelestarian lingkungan.

"Di Kota Bontang, terdapat banyak industri besar, seperti LNG dan perusahaan lainnya. Ini berarti kita memiliki tanggung jawab besar untuk mempertahankan dan melestarikan lingkungan," ujar Wali Kota.

la menjelaskan, kunci keberhasilan Bontang adalah kolaborasi aktif antara pemerintah kota dengan perusahaan-perusahaan yang ada. Sinergi ini diwujudkan dalam berbagai program konkret, seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah terpadu, hingga rehabilitasi mangrove.

"Dan alhamdulillah, kita berkolaborasi dengan perusahaan. Komitmen kami adalah menurunkan emisi gas rumah kaca. Salah satunya dengan mempertahankan Ruang Terbuka Hijau (RTH)," tegasnya.

Lebih lanjut, Neni memaparkan berbagai inovasi yang dilakukan Pemkot Bontang dalam pengelolaan sampah. Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) didorong untuk diterapkan mulai dari tingkat rumah tangga, yang kemudian didukung oleh sistem ekonomi sirkuler.

"Bahkan ada instruksi untuk berpuasa Senin dan Kamis. Ini terbukti dapat mengurangi sampah plastik, dos-dos kue, dan lainnya," jelas Wali Kota yang akrab disapa Bunda Neni tersebut.

Dengan upaya tersebut, Pemkot Bontang menargetkan residu sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat ditekan hingga 10 persen dari kondisi saat ini yang masih sekitar 50 persen.

Untuk memperkuat komitmen tersebut di tengah masyarakat, Pemkot Bontang juga menggalakkan "Gerakan GESIT" (Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku).

"Melalui penghargaan ini, kami ingin menyampaikan kepada masyarakat untuk terus melanjutkan gerakan ini. Tidak usah mengurusi sampah orang lain, urusi saja sampah kita sendiri dari rumah tangga kita dengan 3R. Mari kita lestarikan lingkungan kita bersama," tutupnya.

Penganugerahan ISNA 2025 sendiri mengusung tema "Co-Creating The Future of City Branding through Sustainable Ecology & Food Resilience Innovation". Tema ini mencerminkan tantangan dan peluang baru dalam membangun masa depan daerah yang berdaya tahan dan berkelanjutan.

Ajang ini merupakan apresiasi bagi pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja unggul dan inovasi, dengan fokus pada tiga pilar utama: penguatan identitas daerah (city branding), keberlanjutan lingkungan (ecology), dan ketahanan pangan (food resilience).(adv/arp)

Editor : Nurismi
#Indonesia Smart Nation Award #penghargaan #pemkot bontang