Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Maratua Musik Festival Jadi Pilot Project Pendataan Pengunjung Wisata Berau

Beraupost • Senin, 10 November 2025 | 10:55 WIB
FESTIVAL MUSIK: Tahun ini Disbudpar Berau mencoba pandataan kunjungan event dengan lebih akurat menggunakan sistem sensor dan pengisian barcode sukarela. (ISTIMEWA)
FESTIVAL MUSIK: Tahun ini Disbudpar Berau mencoba pandataan kunjungan event dengan lebih akurat menggunakan sistem sensor dan pengisian barcode sukarela. (ISTIMEWA)

BERAU POST – Sistem pendataan pengunjung yang diterapkan pada kegiatan festival musik bakal dievaluasi.

Pasalnya, selama ini tidak pernah ada data akurat terkait jumlah pengunjung yang menikmati festival yang pernah dibuat sebelumnya.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Abdul Madjid menjelaskan, pendataan festival dilakukan pertama kali pada ajang Maratua Musik Festival, yang berlangsung selama lima hari, 4–8 November di Pulau Maratua.

Itu menjadi ajang yang memadukan hiburan musik dengan kepedulian terhadap lingkungan dan promosi wisata daerah.

Pihaknya ingin memastikan sistem pencatatan data pengunjung bisa berjalan efektif, sebagai bahan evaluasi pengembangan kegiatan serupa di masa mendatang.

Menurutnya, pendataan menjadi salah satu fokus utama agar penyelenggaraan event tidak hanya berakhir pada hiburan, tetapi juga menghasilkan data konkret tentang dampak ekonomi dan wisata yang ditimbulkan.

“Untuk festival kali ini, kami mencoba dua metode. Pertama menggunakan sensor otomatis di pintu masuk lokasi acara untuk menghitung jumlah orang yang datang, dan kedua melalui barcode digital yang bisa diisi oleh pengunjung,” jelasnya.

Adapun pengisian barcode bersifat sukarela. Meski begitu, data yang dikumpulkan menjadi acuan penting untuk mengetahui asal daerah pengunjung, termasuk seberapa besar minat wisatawan luar terhadap Pulau Maratua.

“Data ini sangat membantu kami untuk melihat efektivitas promosi. Dari laporan sementara, bahkan ada wisatawan yang datang dari luar negeri, termasuk dari Tiongkok. Ini hal yang perlu kami perkuat lagi ke depan,” ujarnya.

Madjid menambahkan, hasil evaluasi awal menunjukkan perlunya penyempurnaan sistem agar proses pendataan lebih optimal.

Maratua Musik Festival disebutnya menjadi contoh kegiatan wisata dapat dirancang tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan promosi berkelanjutan.

“Maratua sudah jauh lebih mudah diakses dibanding beberapa tahun lalu. Dengan kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan kembali minat wisatawan untuk datang, sekaligus memperkuat citra Berau sebagai destinasi unggulan di Kalimantan Timur,” katanya.

Dari laporan sementara, pada dua hari pertama pelaksanaan, jumlah pengunjung yang tercatat melalui sistem mencapai 500 hingga 600 orang per hari. Namun, pihaknya belum melihat total data keseluruhan sebelum proses rekapitulasi selesai.

“Angka ini cukup menggambarkan antusiasme masyarakat. Kami berharap tahun depan, sistem pendataan bisa lebih tertata agar hasilnya lebih akurat,” tutupnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Berau, Rusnan Hefni menyampaikan, pelaksanaan Maratua Music Festival menjadi bukti sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Berau, memiliki potensi besar untuk terus tumbuh.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat lokal, kegiatan serupa diharapkan dapat digelar secara berkelanjutan.

Ia menilai, antusiasme masyarakat dan wisatawan selama festival berlangsung menunjukkan tingginya minat terhadap destinasi unggulan di Berau, khususnya Pulau Maratua.

Momentum ini dinilai bisa dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak investor maupun pelaku industri kreatif, agar berpartisipasi dalam pengembangan pariwisata daerah.

“Maratua memiliki daya tarik luar biasa. Dengan promosi yang tepat dan dukungan berbagai pihak, pulau ini bisa menjadi magnet wisata baru di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga akan terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan festival berikutnya lebih baik, baik dari sisi promosi, fasilitas, maupun penataan kegiatan.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat setempat, terutama bagi pelaku UMKM, penyedia jasa wisata, dan pengrajin lokal.

“Yang terpenting adalah bagaimana kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di hiburan, tetapi memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kita ingin masyarakat Maratua juga merasakan hasilnya,” tutupnya. (aja/arp)

Editor : Nurismi
#Pulau maratua #pengunjung wisata #digital #festival musik #pendataan