BERAU POST - Pelaksanaan operasi timbang serentak jilid kedua di Kota Bontang telah melewati hari keempat. Seluruh posyandu telah melaporkan progres kegiatan hingga hari keempat ini.
Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Bachtiar Mabe mengatakan, seluruh kader posyandu terus aktif untuk mendorong warga untuk melakukan penimbangan pada balita.
Bahkan, tercatat 22 posyandu capaiannya sudah 100 persen. Sesuai dengan sasaran yang dihimpun oleh Diskes.
“Ini wujud kerja keras seluruh kader posyandu maupun pihak lain. Di hari ketiga sudah ada beberapa posyandu yang tembus 100 persen,” kata Mabe.
Ia berharap untuk posyandu lainnya terus melakukan upaya promotif untuk mengajak warga datang ke posyandu.
Operasi timbang serentak jilid kedua ini menindaklanjuti hasil pada jilid pertama (Mei lalu).
Selain penimbangan, operasi timbang serentak ini juga untuk mengetahui cakupan imunisasi yang belum diterima.
“Pada intinya ini untuk melihat perkembangan kasus stunting di Bontang. Sesuai arahan kepala daerah untuk memantau utamanya kelahiran pasca Mei. Ini berbicara stunting baru,” ucapnya.
22 posyandu telah mencapai 100 persen yakni Amalia, Anggrek Putih, Aulia, Berseri 10, Cendana, Cendrawasih, Edelweis, Gotong Royong, Kasih Ibu, Kasih Ibu 2, Lestari 2, Lyli, Malahing, Mawar Merah.
Kemudian Menanti, Menur 1, Nusa Indah 2, Sakura, Sartika, Sehat Mandiri, Taman Hati, dan Wijaya Kusuma 2.
Ia berharap sesuai dengan target yang dipatok kepala daerah, capaian operasi timbang serentak jilid kedua ini bisa menembus 100 persen. Nantinya pendataan akan rampung hingga akhir bulan.
Data itu nantinya dipakai untuk langkah intervensi kepada sasaran yang masuk klasifikasi stunting. Mengacu data S-Gizi per September, jumlah balita stunting di Bontang yakni 1.496.(adv/arp)
Editor : Nurismi