Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Jurus Jitu Pemkot Tekan Stunting, Berikan PMT dan Susu Bagi Ibu Hamil

Beraupost • Sabtu, 8 November 2025 | 08:10 WIB
PANTAU: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melihat pemberian makanan tambahan bagi anak stunting yang dianggarkan melalui APBD Bontang. (DISKOMINFO BONTANG UNTUK BERAU POST)
PANTAU: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melihat pemberian makanan tambahan bagi anak stunting yang dianggarkan melalui APBD Bontang. (DISKOMINFO BONTANG UNTUK BERAU POST)

BERAU POST - Pemkot Bontang melalui Dinas Kesehatan resmi meluncurkan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil yang mengalami masalah gizi.

Program itu menjadi langkah konkret Pemkot dalam upaya menekan angka stunting yang masih menjadi persoalan serius di Kota Taman. Peluncuran berlangsung pada pertengahan Agustus lalu.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, Bahtiar Mabe mengungkapkan hasil pendataan sebelumnya menunjukkan 1.219 balita teridentifikasi mengalami stunting.

Pemkot pun menganggarkan Rp 4 miliar untuk penyaluran PMT ini.

“Data ini hasil pemantauan lapangan dan kegiatan timbang balita yang kami lakukan beberapa waktu lalu. Angka ini menjadi dasar bagi kami untuk menentukan intervensi program gizi, termasuk pelaksanaan PMT,” kata Mabe

Selain PMT, Diskes juga memberikan susu bagi ibu hamil. Total 65 ibu hamil diberikan bantuan jenis ini.

Program ini dalam rangka menyehatkan kondisi janin sehingga asupan gizinya terpenuhi. Terkait berapa persentase yang ditekan dengan adanya program ini, ia belum bisa memastikan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan penurunan angka stunting menjadi prioritas utama Pemkot Bontang.

Pemerintah berkomitmen menjalankan berbagai langkah terintegrasi lintas sektor untuk mempercepat penanganannya.

“Langkah pertama yang kami lakukan adalah pengumpulan dan verifikasi data secara akurat. Setelah itu dilakukan operasi timbang, pemberian makanan tambahan, serta pemantauan ketat di lapangan,” ujarnya.

Neni juga menyebutkan hasil evaluasi awal menunjukkan adanya tren positif.

“Alhamdulillah, setelah satu bulan berjalan, laporan Dinas Kesehatan menunjukkan 30 persen anak yang sebelumnya stunting kini menunjukkan perkembangan yang lebih baik,” ungkapnya.

Melalui peluncuran program PMT, Pemkot Bontang menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan dalam waktu dekat.

“Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, tapi tugas kita semua. Kami berharap partisipasi aktif masyarakat untuk menyukseskan program ini,” ujarnya.

“Anak-anak adalah masa depan kita, dan mereka berhak tumbuh sehat dan optimal,” pungkasnya.(adv/arp)

PMT bagi Anak Stunting di Bontang

Kelurahan Loktuan: 213 balita
Kelurahan Tanjung Laut Indah: 124 balita
Kelurahan Tanjung Laut : 113 balita
Kelurahan Berbas Tengah : 92 balita
Kelurahan Bontang Lestari: 86 balita
Kelurahan Berbas Pantai: 82 balita
Kelurahan Guntung: 65 balita
Kelurahan Bontang Kuala : 45 balita
Kelurahan Gunung Telihan : 99 balita
Kelurahan Api-Api: 77 balita
Kelurahan Bontang Baru: 71 balita
Kelurahan Gunung Elai: 51 balita
Kelurahan Belimbing: 50 balita
Kelurahan Satimpo: 33 balita
Kelurahan Kanaan: 18 balita

Penyaluran Susu bagi Ibu Hamil
Kelurahan Loktuan: 4
Kelurahan Tanjung Laut Indah: 6
Kelurahan Tanjung Laut : 5
Kelurahan Berbas Tengah : 4
Kelurahan Bontang Lestari: 3
Kelurahan Berbas Pantai: 3
Kelurahan Guntung: 1
Kelurahan Bontang Kuala : 8
Kelurahan Gunung Telihan : 9
Kelurahan Api-Api: 11
Kelurahan Bontang Baru: 5
Kelurahan Gunung Elai: 2
Kelurahan Belimbing: 2
Kelurahan Satimpo: 1
Kelurahan Kanaan: 1

Editor : Nurismi
#Tekan Angka Stunting #pemkot bontang