Bontang Kota Industri Berkelanjutan, Groundbreaking Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia
Beraupost• Sabtu, 1 November 2025 | 07:50 WIB
PERESMIAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menghadiri groundbreaking pabrik soda ash milik PKT. (KMF-ADIEPRAJA/BERAU POST)
BERAU POST - PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) resmi memulai pembangunan pabrik Soda Ash pertama di Indonesia, yang berlokasi di kawasan perusahaan, Jumat (31/10) pagi.
Momentum bersejarah ini ditandai dengan groundbreaking proyek pabrik Soda Ash, dihadiri Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, jajaran direksi Pupuk Kaltim, serta perwakilan Pupuk Indonesia Grup.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Pupuk Kaltim dan Pupuk Indonesia Grup, atas langkah visioner yang dinilainya akan membawa perubahan besar bagi industri nasional.
“Keputusan untuk membangun pabrik Soda Ash pertama di Indonesia, di Kota Bontang, adalah langkah visioner yang menunjukkan komitmen luar biasa terhadap kemajuan bangsa,” ujarnya.
“Dengan kapasitas produksi 300 ribu ton per tahun, pabrik ini akan mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan nasional, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memperkuat posisi Indonesia di kancah industri petrokimia regional,” tambah Neni.
Ia menambahkan, proyek strategis ini menjadi wujud nyata semangat hilirisasi industri yang dicanangkan pemerintah pusat. Apalagi investasi ini telah mencapai Rp 2,7 triliun.
“Kami bangga Bontang menjadi episentrum dari transformasi ini. Investasi besar ini adalah bukti nyata keberhasilan gerakan ekonomi Bontang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, kehadiran pabrik Soda Ash tidak hanya memperkokoh Bontang sebagai kota industri, tetapi juga menciptakan rantai nilai baru yang akan mendorong tumbuhnya industri pendukung, mulai dari jasa teknik hingga sektor logistik.
“Proyek ini juga menjadi jawaban atas tantangan penyediaan sumber daya manusia. Kebutuhan lebih dari 800 tenaga kerja lokal pada puncak masa konstruksi adalah peluang emas bagi warga Bontang,” ujarnya.
Selain itu, Wali Kota mengapresiasi komitmen Pupuk Kaltim dalam penerapan prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.
Rencana penyerapan 174 ribu ton karbon dioksida (CO₂) per tahun menjadi standar baru bagi industri yang bertanggung jawab.
“Komitmen ini sejalan dengan identitas Kota Bontang yang telah diakui secara nasional sebagai kota paling berkelanjutan melalui penghargaan UI Green City Metric 2025,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi menyampaikan, proyek Soda Ash ini merupakan bagian dari komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung transformasi industri kimia nasional, serta memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan Ammonium Chloride sebagai pupuk sumber nitrogen dan bahan baku NPK.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas ESDM Provinsi Kaltim yang mewakili Gubernur Kalimantan Timur, Director of Business Performance & Assets Optimization PT Danantara Asset Management (Persero) / Danantara Indonesia Bhimo Aryanto, Komisaris Pupuk Indonesia Rachlan S. Nashidik, Sekda Kota Bontang, jajaran Forkopimda, direksi Pupuk Kaltim, serta sejumlah pimpinan perusahaan di kawasan industri Bontang. (adv/arp)