Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Penutup Erau Adat Kutai 2025, Pemkab dan Kesultanan Sepakat Jaga Marwah Peradaban Nusantara

Beraupost • Rabu, 1 Oktober 2025 | 12:10 WIB
TABUR BUNGA: Bupati Kutai Kartanegara dr Aulia Rahman Basri melakukan prosesi tabur bunga dan penyiraman air doa di Makam Aji Imbut, pendiri Kota Tenggarong. (DISKOMINFO KUKAR UNTUK BERAU POST)
TABUR BUNGA: Bupati Kutai Kartanegara dr Aulia Rahman Basri melakukan prosesi tabur bunga dan penyiraman air doa di Makam Aji Imbut, pendiri Kota Tenggarong. (DISKOMINFO KUKAR UNTUK BERAU POST)

BERAU POST - Tabuhan musik tradisional dan lantunan doa mengiringi suasana sakral di Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Museum Mulawarman, Tenggarong, Senin (29/9).

Ribuan pasang mata menyaksikan momen bersejarah ketika Tiang Ayu, simbol sakral dalam rangkaian Erau Adat Kutai, direbahkan.

Prosesi ini menandai berakhirnya rangkaian Erau Adat Kutai 2025 yang digelar dengan tema “Menjaga Marwah Peradaban Nusantara.”

Dalam prosesi tersebut, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, H. Aji Muhammad Arifin, memimpin langsung jalannya ritual.

Ia melakukan tempong tawar dan menabur beras kuning pada area tempat berdirinya Tiang Ayu sebelum akhirnya direbahkan. Tradisi ini telah diwariskan turun-temurun, menjadi simbol penutup dari pesta adat yang telah berlangsung meriah selama beberapa hari.

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri yang bergelar Pangeran Adi Suta Praja, bersama sang istri Andi Deezca Pravidhia Aulia bergelar Raden Andi Deezca Pravidhia, turut hadir dan mendapat kehormatan dari Sultan untuk ikut merebahkan Tiang Ayu.

Mereka didampingi Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin bergelar Pangeran Mangku Praja bersama istrinya Fety Puja Amelia Rendi Solihin bergelar Raden Fety Puja Amelia.

Momen itu berlangsung khidmat, disaksikan oleh Forkopimda Kukar, para kepala OPD, kerabat Kesultanan, dan tamu undangan.

Rasa syukur juga disampaikan Sultan Kutai melalui Pangeran Noto Negoro Heriansyah, yang mewakili keluarga besar kesultanan.

“Atas nama Sultan Kutai Kartanegara Ing beserta Bunda Ratu Sekar Asih dan seluruh kerabat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Atas partisipasi dan jerih payah bapak ibu sekalian sehingga acara ini sukses terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Heriansyah, yang juga menjabat Kepala Inspektorat Kukar menegaskan, keberhasilan ini adalah buah kerja sama antara pemerintah daerah, kesultanan, dan seluruh elemen masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati Kukar, Aulia menekankan, arti penting pelestarian budaya dalam setiap penyelenggaraan Erau.

“Ini adalah bagian dari komitmen Pemkab Kukar untuk tetap menjaga, melestarikan tradisi seni dan budaya yang ada di tanah Kutai tercinta,” tegasnya.

Ia menilai, keberlangsungan upacara adat seperti Erau bukan hanya menjaga identitas, tetapi juga memperkuat jati diri daerah di tengah arus modernisasi dan perubahan sosial.

Lebih jauh, dirinya menaruh harapan besar terhadap kesinambungan kerja sama antara Pemkab Kukar dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

“Semoga kerja sama Pemkab Kukar bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ini bisa terus terjalin dengan baik, karena memang salah satu bentuk kerja bersama kita dalam melestarikan seni budaya. Bagaimana mewariskan seni budaya ini kepada generasi anak cucu kita,” ungkapnya.

Prosesi merebahkan Tiang Ayu menjadi penutup yang penuh makna. Erau Adat Kutai 2025 tak hanya menjadi ruang untuk menjaga marwah peradaban, tetapi juga memperlihatkan komitmen kuat antara pemerintah daerah, kesultanan, dan masyarakat dalam merawat identitas budaya Kutai.

Tradisi yang sudah berabad-abad ini tetap hidup, menghubungkan masa lalu dengan masa kini, sekaligus mengajarkan pentingnya warisan untuk generasi mendatang.(adv/arp)

Editor : Nurismi
#Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura #Erau Adat Kutai 2025 #pemkab kukar