BERAU POST – Menyambut Hari Jadi ke-72 Kabupaten Berau dan HUT ke-215 Kota Tanjung Redeb, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali menggelar pawai budaya.
Tahun ini, kegiatan tersebut hadir dengan nama baru, Berau Ethno Culture Carnival (BECC) 2025, setelah pada tahun sebelumnya dikenal dengan sebutan Berau Culture Festival.
Pawai budaya ini dijadwalkan berlangsung pada 16 September mendatang. Rute pawai dimulai dari halaman Kantor Bupati Berau dan berakhir di Lapangan Gor Pemuda.
Pesertanya terdiri dari berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelajar tingkat SLTA sederajat, BUMN, BUMD, paguyuban, hingga kelompok masyarakat umum. Tahun lalu, kegiatan serupa diikuti 74 kelompok peserta.
Pamong Budaya Ahli Muda Disbudpar Berau, Retno Kustiah menuturkan, BECC tidak sekadar seremoni tahunan.
Pawai budaya menjadi ruang untuk menampilkan keragaman budaya nusantara sekaligus wadah ekspresi dan kreativitas masyarakat.
“Ajang ini bukan hanya parade. Ini adalah panggung terbuka untuk memperlihatkan kekayaan seni dan budaya yang kita miliki, baik tradisi lokal maupun keberagaman nusantara,” jelasnya.
Pihaknya telah menyiapkan sejumlah aturan teknis. Setiap kelompok peserta dibatasi maksimal 30 orang, dengan waktu penampilan selama dua menit. Seluruh peserta wajib menampilkan kesenian khas daerah atau budaya yang diwakili.
Selain itu, ada atribut wajib yang harus dibawa, yaitu bendera Merah Putih, lambang Garuda, logo Lovely Berau, serta logo Hari Jadi Kabupaten Berau.
Adapun aspek penilaian akan menitikberatkan pada kerapian barisan, ketertiban, keseragaman busana adat Nusantara, kekompakan, hingga kreativitas penampilan.
“Kami ingin ada keseimbangan. Tradisi tetap harus hadir, tetapi inovasi juga perlu agar pawai semakin hidup dan berwarna,” jelasnya.
Menurut Retno, BECC 2025 bukan hanya hiburan bagi masyarakat, melainkan juga strategi promosi wisata daerah.
Budaya, katanya, merupakan wajah utama identitas Berau yang tidak bisa dilepaskan dari potensi lain seperti laut, pulau, dan sejarah.
“Kami ingin budaya menjadi daya tarik yang mampu menarik wisatawan datang ke Berau. Lebih dari itu, pawai budaya ini diharapkan bisa menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap identitas daerah,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan seluruh peserta agar disiplin dan mematuhi ketentuan yang sudah ditetapkan.
Peserta yang tidak mengikuti rute, mendahului kelompok lain, atau membubarkan diri sebelum garis akhir, akan langsung dinyatakan gugur.
“Semoga BECC tahun ini berjalan lebih meriah, tetap tertib, dan menjadi momentum mempererat persatuan di tengah keberagaman budaya,” pungkasnya. (aja/arp)
Editor : Nurismi