Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Laksanakan Apel Kesiapsiagaan Bencana, Sekkab PPU: Ini Bentuk Ikhtiar, Bukan Menantang Takdir

Beraupost • Selasa, 12 Agustus 2025 | 10:00 WIB
SIMULASI: Tohar bersama jajaran FKPD mengguyur para personel yang melaksanakan simulasi penanganan kebakaran dari atas truk tangga aerial. (DISKOMINFO PPU UNTUK BERAU POST)
SIMULASI: Tohar bersama jajaran FKPD mengguyur para personel yang melaksanakan simulasi penanganan kebakaran dari atas truk tangga aerial. (DISKOMINFO PPU UNTUK BERAU POST)

BERAU POST — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Apel Gelar Pasukan dan Peralatan, sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Alun-Alun Taman Penyembolum, Rabu (6/8).

Kegiatan ini turut diikuti berbagai unsur dari pemerintah, TNI-Polri, hingga dunia usaha.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU, H Tohar menyampaikan, apel itu merupakan langkah konsolidatif sekaligus upaya preventif dalam menghadapi kemungkinan bencana alam, khususnya kebakaran lahan dan hutan yang berpotensi meningkat saat kemarau panjang.

“Kegiatan ini bertujuan untuk konsolidasi peralatan dan perlengkapan, serta personel, dalam rangka menguji kesiapsiagaan kita terhadap potensi bencana,” ujar Tohar.

“Ini bukan soal menantang takdir yang kuasa. Ini bentuk ikhtiar, agar ketika bencana terjadi, kita tahu peralatan dan personel yang siap digerakkan,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya seluruh personel yang terlibat memahami dan menguasai alat yang digunakan.

Apalagi dalam pantauannya di lapangan, masih menemukan beberapa kekurangan teknis, seperti cara melepas gulungan selang, membuka keran, dan memasang nozel.

“Masih perlu koreksi. Ini penting, karena peralatan yang dimiliki harus match dengan personel yang mengoperasikannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tohar menjelaskan, filosofi lambang segitiga biru pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang menggambarkan keterpaduan tiga elemen penting, yakni pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ketiganya, menurut Tohar, harus bersinergi dalam setiap upaya penanggulangan bencana.

“Ketika ada kejadian, kita kesampingkan siapa kita. Tapi yang pasti ini tanggung jawab bersama. Dan pemerintah harus berada di garis depan, menggerakkan seluruh potensi yang ada,” tegasnya, didampingi Kepala BPBD PPU, Sukadi Kuncoro, Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, Kepala Satpol PP PPU, Bagenda Ali, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Andi Singkerru.

Tohar juga menerangkan, potensi bencana kebakaran lahan di wilayah PPU masih cukup tinggi, terutama karena masih adanya lahan gambut, meskipun tidak seluas daerah lain.

Wilayah-wilayah rawan, seperti RT 5, 6, 7, dan 8 di Giri Mukti dan Giri Purwa, menjadi fokus utama pengawasan.

“Di Penajam, fokus kami ada di Petung, Giri Mukti, dan Giri Purwa. Kemudian ke arah Pantai Tanjung Jumlai ada Saloloang. Sementara Kecamatan Babulu relatif aman karena sudah didominasi persawahan,” jelas Tohar.

Adapun pasukan dan instansi yang diterjunkan dalam apel ini meliputi BPBD, Kodim 0913/PPU, Polres PPU, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Pertanian, dan Manggala Agni.

Sementara dari sektor dunia usaha, tercatat keterlibatan aktif dari PT Itci Hutani Manunggal (IHM), Eastkal. PT WKP, STN, Fajar Surya, dan PT KMS.

Tohar menegaskan pentingnya peran serta perusahaan dalam mitigasi bencana. Serta meminta perusahaan seperti Eastkal yang berkedudukan di Gunung Steleng untuk lebih fokus pada wilayah sekitarnya.

“BPBD harus mengenali dan memahami secara menyeluruh potensi yang ada di wilayah kita. Itu kunci untuk bisa secara efektif menangani bencana,” pungkas Tohar.(adv/arp)

Editor : Nurismi
#pemkab ppu #potensi bencana #siaga