Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Potensi Melimpah, Pemkab Dorong Kampung Teluk Sumbang Jadi Sentra Industri Mebel Rotan Berau

Beraupost • Senin, 4 Agustus 2025 | 11:05 WIB
ILUSTRASI: Kepala Diskoperindag Berau Eva Yunita saat memakai salah satu produk tas rotan karya pengrajin lokal. (IZZA/BP)
ILUSTRASI: Kepala Diskoperindag Berau Eva Yunita saat memakai salah satu produk tas rotan karya pengrajin lokal. (IZZA/BP)

BERAU POST – Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Bidukbiduk, dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan industri pengolahan rotan.

Selain karena bahan baku yang melimpah, ketersediaan peralatan produksi juga sudah cukup lengkap di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita mengatakan, Teluk Sumbang menyimpan peluang besar untuk dikembangkan menjadi sentra produksi mebel berbahan rotan, seperti kursi dan meja.

“Di sana itu bahan baku rotannya luar biasa banyak, ukurannya juga besar-besar dan memenuhi syarat untuk dijadikan furnitur,” kata Eva.

Pun peralatan pengolahannya juga sudah tersedia, tinggal bagaimana didorong supaya benar-benar bisa dimanfaatkan dengan optimal.

Dirinya juga ingin aparat kampung bisa berperan lebih aktif dalam mendampingi para pengrajin yang ada.

Mengingat lokasi Teluk Sumbang cukup jauh dari pusat kota, Diskoperindag tidak bisa melakukan pembinaan secara intens setiap waktu.

“Kami berharap aparat kampung lebih proaktif karena mereka yang bersentuhan langsung dengan pengrajin. Kami terbatas waktu. Makanya, kami minta komunikasi tetap dijaga agar pembinaan bisa tetap jalan,” jelasnya.

Lanjutnya, potensi rotan di Teluk Sumbang sangat disayangkan jika tidak dimaksimalkan.

Selama ini, hasil rotan dari kampung tersebut juga dijual dalam bentuk bahan baku. Bahkan, ada juga yang dibeli oleh perajin dari Kampung Long Beliu.

“Jadi rotannya sudah rapi dan siap tinggal dirajut. Ada juga yang sudah diolah jadi produk, termasuk kerajinan kecil seperti tas rotan. Itu juga kami arahkan supaya lebih berkembang,” ujarnya.

Kemudian, produk rotan dari Teluk Sumbang dinilainya bisa menjadi salah satu ciri khas kampung di pesisir Berau tersebut.

Dengan kekuatan bahan baku dan jumlah pengrajin yang masih cukup banyak, pengembangan produk bisa dilakukan lebih serius.

“Pengrajinnya di sana saya lihat masih cukup banyak, sekitar 20 orang lebih. Ini tinggal ditata saja agar produksinya bisa lebih terarah. Kita sudah punya bahan dan alat, sayang kalau tidak dikembangkan,” terangnya.

Ia menambahkan, pengelolaan rotan di Teluk Sumbang saat ini berada di bawah koperasi.

Karena itu, Diskoperindag mendorong agar koperasi tersebut benar-benar mengambil peran dalam pengembangan produk jadi, khususnya furnitur.

“Koperasi kami arahkan agar jangan hanya berhenti di bahan baku. Kalau sudah mampu produksi furnitur, pemasaran bisa kita bantu. Itu bisa kami fasilitasi,” pungkasnya. (aja/arp)

Editor : Nurismi
#mebel #Pengolahan #Kabupaten Berau #rotan #pemkab berau