Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Dari Panggung Jazz ke Surga Bawah Laut: Maratua Jazz and Dive Fiesta 2025 Jadi Magnet Wisatawan

Beraupost • Senin, 30 Juni 2025 | 09:55 WIB
MERIAH: Penampilan Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon bersama dengan musisi Berau, Whansetyawan bermain alat musik Sape di festival Maratua Jazz and Dive Fiesta. (DAYAT/BP)
MERIAH: Penampilan Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon bersama dengan musisi Berau, Whansetyawan bermain alat musik Sape di festival Maratua Jazz and Dive Fiesta. (DAYAT/BP)

BERAU POST - Festival Maratua Jazz and Dive Fiesta (MJDF) 2025, rampung digelar pada Sabtu (28/6) sejak pukul 20.00 Wita.

Puluhan masyarakat lokal dan wisatawan menikmati alunan musik jazz yang dibawakan musisi kenamaan seperti Keljo dan Deddy Dhukun.

Selain itu, penampilan Whansetyawan dan Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon mampu menghipnotis warga yang hadir.

Di area sekitar panggung, beberapa UMKM menjajakan makanan dan karya tangan mereka. Adanya MJDF ini diharapkan mampu menaikkan ekonomi mereka.

Penggagas MJDF, Rian usai acara mengatakan, kegiatan ini dipersiapkan kurang dari 2 bulan. Yakni izin awal ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, pada 3 Mei 2025 lalu.

Dan Juli sudah dilaksanakan. Butuh tenaga, effort dan sponsor yang memang mau bekerjasama untuk memajukan pariwisata di salah satu pulau terluar tersebut.

“Kami memang tidak dapat dukungan anggaran dari OPD terkait, bantuan dari Kemenpar ada tapi berupaya barang dan jasa,” katanya.

Ia melanjutkan, pagelaran MJDF ini awalnya pada tahun 2015 lalu. Dan langsung mendapat respons positif dari Bupati Berau Makmur dan Menteri Kelautan, Susi Pudji Astuti.

Berjalannya waktu kegiatan ini sempat terhenti, karena kekurangan sponsor, tepatnya pada tahun 2016.

Namun pada tahun 2017 digelar dua kali yakni di Kecamatan Gunung Tabur dan Maratua.

2018-2019 kembali digelar di Maratua, dan 2020-2021 terpaksa berhenti karena Covid-19 dan dilanjutkan pada tahun 2022 hingga saat ini.

“Saya berharap event tahunan ini bisa terus berjalan. Saya paham kami tanpa bantuan OPD. Tapi bupati memberi lampu hijau,” ungkapnya.

Rian bersyukur, antusiasme masyarakat dan wisatawan cukup tinggi. Terbukti pada acara tersebut, ada beberapa turis yang datang dan menikmati alunan jazz.

“Jazz yang kami tampilkan ini berbagai genre. Bisa dangdut, rock dan bisa dipadukan dengan musik tradisional. Seperti Sape tadi,” ungkapnya.

Disinggung mengenai jumlah pengunjung setiap tahunnya, ia menuturkan, baru tahun ini ada pemeriksaan dan pengawasan langsung dari Kemenpar. Ia berharap dapat data yang bisa dirilis ke depannya.

“Ini tidak bertiket atau gratis. Jadi agak sulit melihat jumlah pengunjung berapa. Yang kami tahu, hotel dan penginapan semua full,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir mengatakan, dirinya mengapresiasi kegiatan tersebut. Namun ia juga mengingatkan, agar tujuan utama adalah peningkatan wisatawan.

“Konsepnya bagus, saya juga lihat wisatawan menikmati musik yang disajikan,” tuturnya.

Dia menyebut, penggarapan event besar di Pulau Maratua telah menjadi keharusan. Destinasi wisata unggulan ini harus lebih dikenal melalui event kesenian seperti musik.

“Maka itu kami geber lagi event selanjutnya, di akhir tahun,” kata dia.

Ihwal kunjungan wisatawan pun disebut cukup baik. Bahkan, dia memantau terdapat beberapa turis asing yang menikmati musik jazz malam lalu tersebut.

“Bule ada saya lihat. Meski jumlahnya tidak banyak, tapi ini jadi bukti ketertarikan wisatawan,” sebutnya.

Di samping itu, dia mengharapkan pula agar ke depan harus lebih banyak kelas sosial yang bisa berbaur dalam event itu.

Tujuannya, agar dapat merayu para investor untuk dapat mengembangkan destinasi wisata di pulau terluar Indonesia tersebut.

“Jadi banyak kelas bisnis yang bisa terdampak dari kegiatan itu,” harap Ilyas.

Terkait dorongan agar MJDF 2026 dapat kembali bekerjasama dengan Disbudpar Berau, dia sebut tentu akan melaksanakan arahan kepala daerah.

Hal ini, menurut dia telah menjadi keharusan dinas dalam mengakomodir seluruh pemangku kepentingan untuk mengembangkan destinasi wisata di Pulau Maratua.

“Semoga tahun depan, ini bisa berjalan sesuai harapan,” kata dia.

Dirinya hanya dapat berpesan, agar ke depan terdapat skema penjualan paket wisata ke Maratua yang lebih konkret.

Memberikan opsi bagi para wisatawan untuk mau berkunjung ke Pulau Maratua, melalui pintu masuk pariwisata Dermaga Sanggam.

Diperlukan kerja serius untuk merumuskan hal tersebut, membuat paket wisata yang dapat dijangkau para penikmat jazz hingga dunia internasional.

“Paket wisata ini, bisa jadi pilihan wisatawan untuk mau berkunjung ke Berau,” tutupnya. (hmd).

Editor : Nurismi
#pariwisata #wisatawan #Maratua Jazz and Dive Fiesta