Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kasus Terkaman Buaya di Berau Marak, DKP Kaltim Ajak Warga Berhati-hati

Beraupost • Senin, 23 Juni 2025 | 08:30 WIB
PENCARIAN: Warga Kampung Kasai dan tim gabungan yang sedang mencari Ayong, diduga hilang karena diterkam buaya. (BERAU POST)
PENCARIAN: Warga Kampung Kasai dan tim gabungan yang sedang mencari Ayong, diduga hilang karena diterkam buaya. (BERAU POST)

BERAU POST– Masih adanya kasus masyarakat yang diterkam buaya di Kabupaten Berau yang terjadi akhir-akhir ini, menjadi perhatian serius.

Pelaksana Harian Kepala UPTD Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS) Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim, Didik Riyantom mengatakan sosialisasi hingga pemasangan tanda buaya pun akan digencarkan.

Dijelaskannya, sosialisasi itu bertujuan supaya masyarakat bisa lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di air dan sekitarnya.

“Ini selalu jadi kendala, sedangkan membunuh buaya melanggar peraturan,” katanya.

Persoalan buaya, menurutnya bukan hanya soal populasi, namun juga habitat yang terganggu.

Dengan semakin berkembangnya permukiman warga, tambak dan lainnya, menyebabkan habitatnya terancam.

Terlebih, mangrove yang biasa menjadi rumah mereka, juga sudah banyak rusak. “Ini menjadi polemik besar, antar manusia dan buaya,” ucapnya.

Untuk solusi jangka pendek yang diberikan, ia mengatakan hanya pemasangan papan tanda dan juga sosialisasi.

Sedangkan untuk penetapan kantong-kantong buaya sulit untuk dilakukan.

Mengingat ada beberapa wilayah seperti Kasai, Pegat Batumbuk, Merancang Ilir dan Ulu, Tabalar Muara, Batu Putih, Talisayan, Dumaring dan Batu Putih, banyak ditemukan buaya dengan ukuran yang cukup besar.

Sedangkan di sekitar Sungai Segah dan Kelay juga kerap warga melihat penampakan predator tersebut. “Jadi untuk menentukan kantong buaya itu sulit,” tuturnya.

Terlebih tindakan agresif buaya yang merupakan hewan pemakan daging sulit dikendalikan.

Ia menilai, buaya yang kerap memakan ikan dan monyet di kawasan mangrove, menganggap manusia juga mangsa yang sama.

Sehingga saat manusia beraktivitas di sungai, buaya menganggap hal tersebut sebagai makanan.

“Saya akan minta kepala kampung agar memasang papan tanda, ini sebagai pencegahan dan pengingat kepada warga,” tutupnya. (hmd/arp)

 

Editor : Nurismi
#diterkam #warga #buaya #Kabupaten Berau