Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bukan Sekadar Seremonial: Job Fair Berau Efektif Tekan Angka Pengangguran

Beraupost • Jumat, 30 Mei 2025 | 13:35 WIB
Kepala Disnakertrans Berau, Zulkifli Ashari.
Kepala Disnakertrans Berau, Zulkifli Ashari.

TANJUNG REDEB – Para pencari kerja lokal di Kabupaten Berau kini mendapatkan harapan baru untuk bisa menembus dunia kerja.

Melalui program Job Fair yang secara rutin digelar sejak tahun 2024 lalu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau berhasil membuka lebar-lebar pintu peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Tak hanya sekadar ajang bertemu antara perusahaan dan pelamar kerja, Job Fair kini dianggap sebagai salah satu instrumen strategis dalam menekan angka pengangguran dan mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal di berbagai sektor.

Kepala Disnakertrans Berau, Zulkifli Azhari menegaskan, Job Fair bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan program nyata yang sudah menunjukkan hasil konkret.

“Banyak tenaga kerja sudah terserap berkat kegiatan ini. Job Fair menjadi langkah efektif dalam menekan angka pengangguran di Berau,” ungkap Zulkifli kepada awak media.

Ia menambahkan, kegiatan ini bukan hanya menguntungkan para pencari kerja, tetapi juga sangat membantu perusahaan dalam mencari kandidat yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Menurut Zulkifli, berbagai sektor industri di Berau memiliki kebutuhan tenaga kerja yang sangat spesifik. Perusahaan tambang, misalnya, membutuhkan operator alat berat dengan sertifikasi dan pengalaman tertentu.

Di sisi lain, industri kesehatan dan perhotelan membutuhkan tenaga kerja yang menguasai keahlian teknis dan layanan publik.

“Setiap sektor punya standar dan klasifikasi masing-masing. Job Fair ini membantu mempertemukan kebutuhan itu dengan kandidat yang tepat,” jelasnya.

Namun, tantangan belum usai, Zulkifli mengakui masih ada ketidakseimbangan antara minat pencari kerja lokal dengan sektor yang membutuhkan.

Banyak pencari kerja cenderung memilih sektor pertambangan, sehingga sektor lain seperti perhotelan, perkebunan dan beberapa sektor lain masih kekurangan tenaga lokal.

Kondisi ini menjadi alarm bahwa ketersediaan pelatihan kerja dan arah pendidikan di Berau perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja yang sebenarnya.

Sebagai langkah jangka panjang, Disnakertrans berencana memperkuat kerja sama lintas sektor, khususnya dengan lembaga pendidikan dan pelatihan. Tujuannya, memastikan bahwa lulusan atau pencari kerja memiliki keahlian relevan dan siap pakai.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada sinergi antara Disnakertrans, lembaga pendidikan, serta pelaku industri. Pelatihan yang kami siapkan ke depan akan lebih fokus dan berbasis kebutuhan pasar kerja,” tegasnya.

“Skill itu bukan pilihan lagi, tapi keharusan. Siapa pun yang ingin bersaing harus siap dengan kemampuan sesuai standar industri.” tuturnya.

Melihat antusiasme yang terus meningkat dari perusahaan maupun pencari kerja, Disnakertrans optimistis angka serapan tenaga kerja lokal akan terus naik di tahun-tahun mendatang.

Apalagi dengan dukungan program pelatihan berbasis kompetensi yang kini sedang dirancang secara menyeluruh.

“Ke depan tidak hanya tambang yang diminati. Tapi sektor lain juga bisa menjadi incaran tenaga kerja lokal. Dengan pelatihan yang tepat, kita bisa dorong minat dan kesiapan mereka,” tutup Zulkifli.(aky/arp)

Editor : Nurismi
#Disnakertrans Berau #pencari kerja #job fair