Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Speedboat Satu Mesin di Berau Wajib Berangkat Beriringan

Beraupost • Rabu, 9 April 2025 | 12:05 WIB

TERUS DIPANTAU: Dishub Berau terus memantau jalannya transportasi laut yang ada di Kabupaten Berau. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)
TERUS DIPANTAU: Dishub Berau terus memantau jalannya transportasi laut yang ada di Kabupaten Berau. (ARTA KUSUMA YUNANDA/BP)


TANJUNG REDEB Memastikan seluruh keamanan dan keselamatan para penumpang, Dinas Perhubungan (Dishub) Berau terus melakukan pemantauan pergerakan seluruh speedboat yang beroperasi di dermaga, khususnya yang berada di dermaga Tanjung Redeb, tepatnya di depan Taman Sanggam.

Kepala Dishub Berau, Andi Marewangeng mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan pemantauan jalannya transportasi laut yang berada di dermaga. Pasalnya, tidak bisa dipungkiri bahwa arus transportasi laut saat ini terus meningkat.

“Apalagi saat ini masih ada speedboat yang beroperasi dengan satu mesin, itu menjadi perhatian kita,” ujarnya kepada awak media ini.

Karena itu, dirinya memberikan keringanan dengan catatan, speedboat bermesin satu harus berangkat secara beriringan dengan speedboat lain. Karena, tidak bisa dipungkiri bahwa jika hanya menggandalkan speedboat dua mesin, maka unit yang beroperasi akan kekurangan. Sehingga, speedboat yang berkapasitas satu mesin masih bisa beroperasi dengan catatan.

"Langkah ini menurut saya sangat penting untuk mengantisipasi kendala yang terjadi di tengah laut," katanya.

"Sehingga jika ada satu speedboat mengalami masalah, yang lain bisa segera memberikan bantuan,” sambungnya.

Untuk meningkatkan keselamatan dan pengawasan, menurut Andi Ewang—sapaan akrab Andi Marewangeng menyebut DishubBerau telah mengajukan program pemasangan alat pemantau berupa GPS atau radar di setiap speedboat melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT).

Alat ini diharapkan dapat membantu pemantauan pergerakan speedboat serta menentukan posisi koordinat speedboat yang melintas di laut.

"Mungkin nanti di ABT, kalau disetujui, kita akan pasang alat pemantau ini di speedboat. Sehingga pergerakan dan posisi speedboat bisa dipantau langsung dari darat," bebernya.

Lebih lanjut, Andi mengatakan, akan melakukan uji coba terlebih dahulu sebelum program tersebut diterapkan secara menyeluruh.

"Kami akan melakukan uji coba terlebih dahulu dengan memprioritaskan pemasangan GPS pada speedboat bermesin dua. Jika uji coba ini berhasil, maka secara bertahap alat pemantau tersebut akan dipasang di semua speedboat yang beroperasi di wilayah Berau," tuturnya.

Ia menjelaskan sudah menyusun program tersebut dengan seksama dan diketahui butuh dana mencapai Rp 8 sampai Rp 10 miliar untuk membangun GPS di setiap speedboat.

"Kami telah berkoordinasi terkait penganggaran program ini, yang diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 8-10 miliar," pungkasnya.(aky/arp)

 

Editor : Nurismi
#pengawasan #speedboat #Dishub Berau