Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bupati Berau Dorong Kampung Berau Jadi Pusat Ekonomi Kreatif Berbasis Wisata

Beraupost • Selasa, 8 April 2025 | 10:05 WIB
Sri Juniarsih, Bupati Berau. (IZZA/BP)
Sri Juniarsih, Bupati Berau. (IZZA/BP)

 

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih mendorong kampung-kampung yang memiliki potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk mengembangkan produk lokal sebagai pendamping sektor pariwisata.

Menurut orang nomor satu di Berau itu, UMKM yang tumbuh di lingkungan kampung wisata akan menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan yang datang ke Bumi Batiwakkal.

“Kita ingin kampung-kampung di Berau tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Saat ini, Kabupaten Berau memiliki 18 desa wisata dan 225 destinasi pariwisata, terdiri dari 159 destinasi wisata alam, 39 wisata budaya, dan 27 wisata buatan. Keberagaman destinasi ini, menurutnya, menjadi kekuatan yang harus didukung oleh keberadaan UMKM yang menawarkan produk khas daerah.

Salah satu produk unggulan yang terus dikenalkan ke publik adalah cokelat khas Berau. Cokelat ini dikenal memiliki cita rasa unik, sedikit asam namun khas, dan telah mulai dikembangkan menjadi sajian minuman di berbagai kafe lokal.

“Sudah ada beberapa kafe yang menyajikan olahan cokelat khas Berau. Ini bisa jadi nilai tambah yang membuat wisatawan betah berlama-lama,” jelasnya.

Namun, ia mengakui tantangan terbesar saat ini adalah rendahnya minat petani untuk mengembangkan tanaman kakao. Dari total luas wilayah, hanya sekitar 1.000 hektare yang digunakan untuk budidaya cokelat. Banyak petani yang lebih memilih komoditas seperti kelapa sawit.

“Padahal rasa cokelat kita sangat khas dan belum tentu bisa ditemukan di tempat lain. Potensi ini perlu kita bangkitkan kembali,” ujarnya.

Selain cokelat, Sri Juniarsih juga menyoroti potensi perikanan kampung-kampung pesisir seperti ebi dan ikan asin, yang bisa menjadi pelengkap daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.

“Wisatawan sering mencari oleh-oleh khas. Produk-produk lokal seperti ini bisa dikemas menarik untuk dijual dan memperkuat citra wisata Berau,” tuturnya.

Sebagai bentuk komitmen, bupati telah meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk turun langsung ke lapangan guna mendampingi dan membina masyarakat kampung.

“Saya dorong OPD untuk bergerak aktif. Jangan tunggu dilibatkan, tapi proaktif mencari kampung-kampung yang siap dikembangkan, baik di sektor UMKM maupun pariwisatanya,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan wisata tidak cukup dengan membangun infrastruktur semata, namun harus dibarengi dengan pembangunan ekonomi lokal melalui produk-produk unggulan masyarakat.

“Kita ingin kampung wisata bukan hanya jadi tujuan, tapi juga jadi etalase kearifan lokal Berau. Kita ingin nama Berau, bahkan Kalimantan Timur, bisa dikenal lebih luas lewat cita rasa dan kreativitas masyarakatnya,” tutupnya. (*/aja/arp)

 

 

 

Editor : Nurismi
#bupati berau #sri juniarsih #UMKM Berau